Nasib serupa dialami minyak kelapa sawit atau CPO. Komoditas andalan Indonesia ini cenderung stagnan. Perdagangan Senin ditutup dengan pelemahan sangat kecil, hanya 0,05 persen, sehingga harganya berada di MYR 4.069 per ton.
Nikel: Melesat Cukup Kuat
Berbeda cerita dengan logam industri. Harga nikel, misalnya, justru melonjak cukup signifikan. Pada penutupan pasar, logam ini tercatat melesat 1,79 persen, mencapai USD 18.145 per ton. Kenaikan yang cukup mencolok dibanding komoditas lainnya.
Timah: Ikut Meroket
Tak mau kalah, timah juga menunjukkan performa impresif. Logam ini bahkan naik lebih tinggi lagi, menguat 2,65 persen. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga timah akhirnya menetap di angka USD 49.258 per ton. Jadi, sementara minyak terlihat lelah, beberapa logam justru menunjukkan energi yang luar biasa.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan