Deputi Gubernur BI Juda Agung Resmi Mundur, Proses Cari Pengganti Sudah Berjalan

- Selasa, 20 Januari 2026 | 08:12 WIB
Deputi Gubernur BI Juda Agung Resmi Mundur, Proses Cari Pengganti Sudah Berjalan

Beredarnya kabar soal status kepemimpinan di Bank Indonesia akhirnya mendapat kejelasan. Lewat Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, bank sentral memastikan bahwa Deputi Gubernur Juda Agung memang telah mengajukan surat pengunduran dirinya. Pernyataan resmi ini sekaligus menanggapi berbagai pemberitaan yang ramai belakangan ini.

“Kami mengkonfirmasi bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal 13 Januari 2026,”

kata Denny dalam keterangannya, Selasa (20/1) lalu. Dengan ini, prosesnya sudah berjalan formal dan sesuai koridor yang berlaku.

Di sisi lain, kekosongan posisi itu tampaknya tak akan berlangsung lama. Denny mengungkapkan, Gubernur BI Perry Warjiyo sudah mengajukan sejumlah rekomendasi nama kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Juda Agung. Hal ini punya dasar hukum yang jelas, merujuk pada beberapa pasal dalam UU Bank Indonesia, termasuk perubahan terakhir lewat UU P2SK tahun 2023.

Lantas, bagaimana dengan tugas pokok BI? Denny menegaskan, fokus utama bank sentral sama sekali tidak goyah.

“Bank Indonesia akan tetap fokus pada tugas utama untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah, memelihara kelancaran sistem pembayaran, dan menjaga stabilitas sistem keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,”

tegasnya. Salah satu agenda terdekat yang sedang dijalani adalah Rapat Dewan Gubernur bulan ini, yang hasilnya rencananya baru akan diumumkan Rabu, 21 Januari 2026.

Nah, soal pengganti, isu ini sebenarnya sudah mengemuka lebih dulu. Menurut sejumlah laporan, Prabowo disebut telah mengusulkan tiga nama calon ke DPR. Mereka adalah Thomas Djiwandono yang kini menjabat Wakil Menteri Keuangan, lalu Dicky Kartikoyono, dan Solikin M Juhro.

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengaku Surat Presiden (Surpres) berisi nama-nama calon itu sudah diterima. Pembahasannya bahkan sudah dimulai dalam rapat Badan Musyawarah pada Senin (19/1) kemarin. Prosesnya bergerak cepat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar