Uni Eropa mulai mempertimbangkan langkah serius. Mereka membicarakan rencana mengenakan tarif pada barang-barang yang datang dari Amerika Serikat. Ini bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang baru-baru ini memberlakukan tarif terhadap sejumlah negara anggota Uni Eropa. Latar belakangnya? Dukungan negara-negara tersebut kepada Denmark, di tengah ambisi Trump untuk mengakuisisi Greenland.
Menurut laporan Bloomberg, Selasa lalu, nilai tarif balasan yang sedang digodok itu bisa mencapai angka fantastis: 93 miliar euro. Angka yang jelas tak main-main.
Namun begitu, tarif mungkin bukan satu-satunya senjata. Uni Eropa juga dikabarkan tengah mempelajari opsi tindakan balasan lainnya. Meski demikian, jalan diplomasi tetap akan dicoba terlebih dahulu. Mereka tampaknya tak ingin langsung memicu eskalasi.
Untuk membahas langkah konkret, para pemimpin Uni Eropa rencananya akan menggelar pertemuan darurat di Brussels akhir pekan ini. Suara solidaritas sudah terdengar kuat.
Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, dengan tegas menyatakan bahwa Eropa bersatu mendukung Denmark dan Greenland.
"Kami siap membela diri dari segala bentuk paksaan," ujarnya.
Artikel Terkait
Danantara Tunjuk Dua Perusahaan China Kelola Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi dan Denpasar
Kobexindo Buka Cabang di Manado untuk Dongkrak Pasar Alat Berat Indonesia Timur
IHSG Anjlok 1,62%, Saham Grup Bakrie Terkapar di Akhir Pekan
Saham OILS Melesat, Produsen Minyak Kelapa Ini Ekspor ke Berbagai Negara