Uni Eropa Siapkan Senjata Tarif 93 Miliar Euro Balas Ancaman Trump Soal Greenland

- Selasa, 20 Januari 2026 | 06:24 WIB
Uni Eropa Siapkan Senjata Tarif 93 Miliar Euro Balas Ancaman Trump Soal Greenland

Uni Eropa mulai mempertimbangkan langkah serius. Mereka membicarakan rencana mengenakan tarif pada barang-barang yang datang dari Amerika Serikat. Ini bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang baru-baru ini memberlakukan tarif terhadap sejumlah negara anggota Uni Eropa. Latar belakangnya? Dukungan negara-negara tersebut kepada Denmark, di tengah ambisi Trump untuk mengakuisisi Greenland.

Menurut laporan Bloomberg, Selasa lalu, nilai tarif balasan yang sedang digodok itu bisa mencapai angka fantastis: 93 miliar euro. Angka yang jelas tak main-main.

Namun begitu, tarif mungkin bukan satu-satunya senjata. Uni Eropa juga dikabarkan tengah mempelajari opsi tindakan balasan lainnya. Meski demikian, jalan diplomasi tetap akan dicoba terlebih dahulu. Mereka tampaknya tak ingin langsung memicu eskalasi.

Untuk membahas langkah konkret, para pemimpin Uni Eropa rencananya akan menggelar pertemuan darurat di Brussels akhir pekan ini. Suara solidaritas sudah terdengar kuat.

Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, dengan tegas menyatakan bahwa Eropa bersatu mendukung Denmark dan Greenland.

"Kami siap membela diri dari segala bentuk paksaan," ujarnya.

Semua ini berawal dari pengumuman Trump yang mengejutkan. Ia memberlakukan tarif 10 persen untuk barang dari beberapa negara Eropa, yang dianggapnya mendukung Denmark menghadapi ambisinya atas Greenland. Kebijakan ini bahkan menuai kritik dari sekutu-sekutu tradisional AS sendiri.

Trump menyebut tarif 10 persen itu akan mulai berlaku 1 Februari mendatang, menyasar negara-negara seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Ancaman lebih besar juga dilontarkan: tarif bisa melonjak jadi 25 persen pada Juni jika rencana pembelian Greenland secara penuh tak kunjung menemui titik terang.

Reaksi dari Eropa pun berdatangan, penuh kecaman. Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan jelas menyebut ancaman Trump "tidak dapat diterima".

Dari Swedia, Perdana Menteri Ulf Kristersson tak ragu menyebutnya sebagai bentuk pemerasan.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyoroti sisi lain yang mengkhawatirkan. Menurutnya, mengenakan tarif terhadap sesama anggota NATO adalah tindakan yang keliru. Ia berjanji akan membawa isu ini dalam pembicaraan dengan pihak AS.

Di balik semua ancaman ini, ada satu hal yang masih gelap. Landasan hukum apa yang akan dipakai Trump untuk menerapkan tarif tersebut? Sampai saat ini, Gedung Putih masih tutup mulut, belum memberikan penjelasan rinci apa pun. Situasinya jadi makin tegang, dan semua pihak kini menunggu langkah selanjutnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar