Perubahan direksi kembali terjadi di PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. Redi Sopyadi, salah satu direktur perusahaan, memutuskan untuk mengundurkan diri. Surat resminya sudah diterima oleh perseroan pada pertengahan Januari lalu, tepatnya tanggal 13.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi, melalui keterbukaan informasi ke BEI pada Senin, 19 Januari 2026.
“Kami informasikan bahwa kami telah menerima Surat Pengunduran Diri atas nama Redi Sopyadi selaku Direktur PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk pada tanggal 13 Januari 2026,” jelas Jefri.
Dalam suratnya, Redi menyampaikan ucapan terima kasih. Namun begitu, ia juga meminta maaf atas segala kekhilafan selama bertugas.
“Terhitung sejak surat ini ditandatangani, maka saya bermaksud untuk mengajukan pengunduran diri sebagai Direktur. Mohon maaf bila selama bekerja ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja,” tulis Redi.
Posisinya di jajaran direksi sendiri sudah diemban sejak tahun 2018. Jadi, kurang lebih sudah delapan tahun ia berkontribusi untuk perusahaan.
Di sisi lain, kondisi MKNT sendiri sedang tidak baik-baik saja. Sahamnya masih tersangkut suspensi sejak Juli 2024 lalu, terkait persoalan going concern yang belum tuntas. BEI pun memberi empat notasi khusus pada perusahaan: E untuk ekuitas negatif, L karena telat lapor keuangan, Y akibat belum gelar RUPS Tahunan, dan X yang menandakan sahamnya masuk papan pemantauan khusus. Situasi yang cukup pelik.
Sebagai catatan, MKNT bergerak di bidang distribusi, terutama voucher prabayar dan kartu perdana. Mereka punya kerja sama erat dengan Telkomsel, bahkan mengelola layanan GraPari. Perusahaan ini berdiri pada 2008 dan kemudian melantai di BEI tujuh tahun kemudian, tepatnya 26 Oktober 2015. Harga IPO-nya kala itu Rp200 per saham.
Saat ini, mayoritas sahamnya sekitar 66,10 persen masih dipegang publik. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar Rp5,5 miliar, angka yang jauh dari masa kejayaannya dulu.
Artikel Terkait
ACES Bagikan Dividen Rp32,01 per Saham, Yield Tembus 9,2 Persen
OMED Bagikan Dividen Rp110,4 Miliar, Setiap Pemegang Saham Terima Rp4,08 Per Lembar
PT Fortune Indonesia Terbitkan 219,5 Miliar Saham Baru, Rights Issue Rp27,7 Triliun untuk Akuisisi Tambang Batu Bara
Rupiah Menguat 114 Poin ke Rp17.944 Usai BI Naikkan Suku Bunga, Konflik Iran-AS Kembali Memanas