Menyikapi kondisi pasar yang cenderung sideways, IPOT punya beberapa rekomendasi saham. Strateginya, fokus pada saham yang disukai asing dan instrumen pendapatan tetap.
JPFA masuk dalam daftar beli. Saham unggas ini dinilai dapat katalis kuat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026.
"Kenaikan alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 menjadi Rp335 triliun, melonjak lebih dari 5 kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu Rp51,5 triliun, menjadi katalis struktural yang sangat kuat bagi JPFA," ungkap Imam.
Selanjutnya ada BBRI, dengan rekomendasi beli saat breakout. Sentimennya datang dari kembalinya minat investor global.
"Untuk BBRI, sentimen utamanya datang dari arus dana asing. Dalam sepekan terakhir, investor asing tercatat melakukan net buy BBRI sebesar Rp575,7 miliar," tambahnya.
Terakhir, AADI juga direkomendasikan dengan pola serupa. Saham ini diyakini akan ikut menguat seiring dengan penguatan harga batu bara global, yang terdongkrak permintaan dari China.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025
MNC Tourism Pacu Pengembangan KEK Lido City Seluas 3.000 Hektare