Di sisi lain, kenaikan harga emas juga disebutnya memberi kontribusi pada angka inflasi inti itu.
Sementara untuk harga-harga yang diatur pemerintah seperti tiket pesawat dan BBM tercatat naik 0,37 persen pada bulan yang sama. Wajar saja, libur panjang Nataru seringkali memicu penyesuaian tarif di sektor-sektor tersebut.
Pada intinya, data-data terbaru ini menggambarkan satu hal: konsumsi masyarakat masih jadi penopang utama. Trennya positif, sementara stabilitas harga tetap terjaga. Memasuki 2026, tekanan inflasi diperkirakan masih bisa dikendalikan, terutama berkat kondisi pasokan pangan yang cukup kondusif.
“Stabilitas tersebut turut memberikan ruang bagi konsumsi masyarakat untuk tetap tumbuh secara lebih terukur dan berkelanjutan,” jelas Andry.
Kinerja konsumsi yang terjaga ini selaras dengan catatan Bank Mandiri di sisi intermediasi. Hingga akhir November 2025, penyaluran kreditnya tumbuh 13,1 persen tahunan, menjadi Rp1.452 triliun. Pertumbuhan itu ditopang oleh likuiditas yang terkelola dengan baik dan kualitas aset yang terjaga. Dengan kata lain, situasinya cukup solid untuk mendukung peran bank dalam mendorong ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan ke depannya.
Artikel Terkait
IHSG Tembus Rekor Tertinggi Sejarah Jelang Long Weekend
RMKE Perkuat Direksi dan Pacu Ekspansi Usai Rapat Aksi
Saham Tekstil Melonjak Gila, IHSG Akhiri Sesi dengan Sentuhan Hijau
Djarum Foundation Pacu Pembangunan 500 Rumah Baru di Jawa Tengah