Utang Luar Negeri RI Menyusut, BI: Setiap Dolar Harus Bekerja untuk Pembangunan

- Kamis, 15 Januari 2026 | 14:00 WIB
Utang Luar Negeri RI Menyusut, BI: Setiap Dolar Harus Bekerja untuk Pembangunan

Di sisi lain, sektor swasta juga ikut menunjukkan perbaikan. Posisi utangnya turun ke USD 191,2 miliar. Memang secara tahunan masih kontraksi, tapi penurunannya lebih ringan. Kontraksi utang perusahaan non-lembaga keuangan lah yang membaik, sehingga mendorong tren ini.

Mayoritas utang swasta ini masih bertumpu pada sektor-sektor industri besar. Sebut saja industri pengolahan, jasa keuangan, listrik dan gas, plus pertambangan. Gabungannya menguasai porsi hingga 80,5 persen dari total utang swasta.

Lalu, apakah kondisi ini sehat? Secara keseluruhan, iya. Rasio utang terhadap PBI malah turun sedikit, jadi 29,3 persen. Dan yang melegakan, utang jangka panjang masih sangat dominan, mencakup 86,1 persen dari total. Ini indikator yang baik untuk stabilitas keuangan.

BI menegaskan, koordinasi dengan pemerintah akan terus diperkuat. Tujuannya agar utang luar negeri tidak cuma dipantau, tapi juga dioptimalkan perannya.

Jadi, meski angkanya turun, pengawasannya justru makin ketat. Agar setiap dolar pinjaman itu benar-benar bekerja untuk pembangunan.


Halaman:

Komentar