Lalu, bagaimana dengan sisa 550 juta sahamnya? Hasil penjualannya tidak masuk ke kas perusahaan, melainkan ke kantong PT Karya Nusa Persada.
Jalan bisnis MAXI sebenarnya sudah panjang. Berdiri sejak 1977, awal mulanya cuma industri rumahan di kawasan Bogor, Jawa Barat. Fokus mereka waktu itu cuma satu: membuat kerupuk dari singkong.
Seiring waktu, bisnis pun berkembang. Di tahun 2006, perseroan mulai melebarkan sayap dengan memproduksi keripik dari berbagai jenis umbi-umbian.
Yang menarik, bahan baku yang dipakai seratus persen berasal dari lokal. Dan hampir semua hasil produksinya, tepatnya 99 persen, dikirim ke luar negeri. Pasar ekspornya lumayan luas, menjangkau Amerika, Eropa, Australia, hingga Jepang.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret