tegas Bernardus dalam keterangan tertulisnya, Kamis lalu.
Dia menambahkan, RKAB 2026 ini menjadi dasar perusahaan untuk melanjutkan rencana operasional. Yang tak kalah penting, pasokan untuk industri pengolahan dan pemurnian nasional harus tetap lancar.
Di sisi lain, track record Vale di Indonesia sudah cukup panjang lebih dari 50 tahun. Kontribusinya beragam, mulai dari penerimaan negara lewat pajak dan PNBP, menciptakan lapangan kerja, hingga memperkuat rantai pasok lokal. Perusahaan ini juga punya komitmen jangka panjang di hilirisasi, terutama untuk mendukung rantai nilai kendaraan listrik.
Tak berhenti di situ, investasi terus digenjot. Mereka mengembangkan teknologi rendah emisi dan kapasitas pengolahan yang lebih maju. Salah satu proyek andalannya adalah High Pressure Acid Leach (HPAL), yang diharapkan bisa mendongkrak daya saing nikel Indonesia di kancah global.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret