tegas Bernardus dalam keterangan tertulisnya, Kamis lalu.
Dia menambahkan, RKAB 2026 ini menjadi dasar perusahaan untuk melanjutkan rencana operasional. Yang tak kalah penting, pasokan untuk industri pengolahan dan pemurnian nasional harus tetap lancar.
Di sisi lain, track record Vale di Indonesia sudah cukup panjang lebih dari 50 tahun. Kontribusinya beragam, mulai dari penerimaan negara lewat pajak dan PNBP, menciptakan lapangan kerja, hingga memperkuat rantai pasok lokal. Perusahaan ini juga punya komitmen jangka panjang di hilirisasi, terutama untuk mendukung rantai nilai kendaraan listrik.
Tak berhenti di situ, investasi terus digenjot. Mereka mengembangkan teknologi rendah emisi dan kapasitas pengolahan yang lebih maju. Salah satu proyek andalannya adalah High Pressure Acid Leach (HPAL), yang diharapkan bisa mendongkrak daya saing nikel Indonesia di kancah global.
Artikel Terkait
IHSG Tembus Rekor Tertinggi Sejarah Jelang Long Weekend
RMKE Perkuat Direksi dan Pacu Ekspansi Usai Rapat Aksi
Saham Tekstil Melonjak Gila, IHSG Akhiri Sesi dengan Sentuhan Hijau
Djarum Foundation Pacu Pembangunan 500 Rumah Baru di Jawa Tengah