Rabu lalu, para pemegang saham PT Bank Mandiri (BMRI) mendapat kejutan manis. Bank pelat merah itu membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025, dengan nilai yang tak main-main: Rp9,3 triliun. Setara dengan Rp100 untuk setiap lembar saham yang mereka miliki.
Pembagian ini ditujukan bagi pemegang saham yang tercatat dalam daftar per 7 Januari 2026. Langkah ini bukan sekadar rutinitas. Banyak yang melihatnya sebagai cerminan dari fundamental perusahaan yang masih sangat kuat, ditambah likuiditas yang terjaga dengan baik. Di sisi lain, ini juga menunjukkan konsistensi Mandiri dalam memberikan nilai tambah bagi investor.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa keputusan bagi-bagi dividen ini sudah dipertimbangkan matang. Kondisi permodalan dan likuiditas bank dinilai lebih dari cukup, sehingga masih menyisakan ruang untuk mendukung ekspansi bisnis ke depannya.
Pernyataan itu dia sampaikan dalam keterangan resmi, Kamis (14/1/2026). Menurutnya, langkah ini sejalan dengan pengelolaan kinerja perusahaan yang tetap solid.
Tak hanya untuk pemegang saham biasa, dividen ini juga punya makna strategis bagi negara. Mengingat Danantara Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas, kontribusi ini bagian dari optimalisasi nilai investasi pemerintah. Sekaligus, tentu saja, memperkuat peran Mandiri dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Artikel Terkait
ESTI Melonjak 35%, Sentimen BUMN Tekstil Picu Euforia Pasar
PPATK Bekukan Rp 4 Miliar, Ungkap Skema Mirip Ponzi Berbalut Syariah
KB Bank Pacu Ekspansi Petro Oxo Nusantara dengan Kredit Sindikasi Rp 1,5 Triliun
BELL Melonjak 34%, Siapa Dalang di Balik Emiten Tekstil Lawas Ini?