Lalu, apa yang mendukung kemampuan bagi-bagi dividen sebesar itu? Riduan menambahkan, kinerja keuangan hingga akhir November 2025 tetap solid. Fungsi intermediasi atau penyaluran kreditnya tumbuh positif, bahkan melampaui rata-rata industri.
Secara rinci, penyaluran kredit (bank only) telah menyentuh angka Rp1.452 triliun. Angka yang cukup menggambarkan pertumbuhan yang sehat. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.584 triliun. Dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang bertengger di sekitar 91 persen, kondisi likuiditasnya terlihat sehat dan masih punya ruang untuk berkembang.
Aspek lain yang patut dicatat adalah total aset. Hingga November 2025, aset Bank Mandiri (bank only) telah membengkak hingga Rp2.120 triliun. Angka ini semakin menegaskan ketahanan model bisnis mereka, bahkan di tengah gejolak kebijakan moneter dan ketidakpastian global.
Ke depan, Riduan menegaskan komitmennya.
Upaya itu akan ditempuh melalui sinergi di dalam ekosistem Mandiri Group dan akselerasi di berbagai sektor usaha. Tujuannya satu: agar kinerja bank tetap unggul dan tumbuh berkelanjutan.
Artikel Terkait
ESTI Melonjak 35%, Sentimen BUMN Tekstil Picu Euforia Pasar
PPATK Bekukan Rp 4 Miliar, Ungkap Skema Mirip Ponzi Berbalut Syariah
KB Bank Pacu Ekspansi Petro Oxo Nusantara dengan Kredit Sindikasi Rp 1,5 Triliun
BELL Melonjak 34%, Siapa Dalang di Balik Emiten Tekstil Lawas Ini?