Fore Coffee baru saja merilis laporannya. Ternyata, per akhir Desember 2025, mereka sudah memakai sekitar Rp101,84 miliar dari dana IPO yang berhasil dikumpulkan. Angka itu setara dengan 30,2 persen dari total dana segar yang mereka kantongi, yang besarnya Rp353,44 miliar.
Nah, untuk apa saja uang itu dipakai? Sebagian besar, tepatnya Rp100,84 miliar, dipakai untuk membuka gerai-gerai kopi baru. Sementara itu, ada Rp1 miliar yang disetorkan sebagai modal ke anak perusahaannya, PT Cipta Favorit Indonesia (CFI). Dana ini khusus dialokasikan buat pengembangan bisnis donat mereka.
Dengan realisasi itu, masih ada sisa dana yang cukup besar belum tersentuh. Rinciannya, untuk ekspansi outlet kopi masih tersedia Rp174,15 miliar. Lalu, ada Rp59 miliar lagi yang disiapkan buat CFI kembangkan outlet donat. Dana modal kerja perusahaan juga masih ada sekitar Rp2,19 miliar. Jadi totalnya, masih ada Rp235,35 miliar yang mengendap.
Uang sisa itu nggak dibiarkan nganggur begitu saja. Menurut keterangan yang beredar, dana tersebut ditempatkan dalam bentuk giro di Bank Mandiri. Mereka dapat bunga sekitar 5 persen per tahun dari penempatan itu.
Ekspansi Fore Coffee sejauh ini memang terlihat agresif. Hingga September tahun lalu, mereka sudah membuka lebih dari 60 gerai baru. Bayangkan, gerai-gerai baru itu membuat total jaringan mereka sekarang mencapai 250 gerai, tersebar di lebih dari 50 kota di Indonesia. Mereka bahkan sudah merambah ke Singapura, dengan satu gerai yang berlokasi di Bugis Junction.
Presiden Direktur Fore Coffee, Vico Lomar, mengaku puas dengan perkembangan ini. Menurutnya, langkah ekspansi yang diambil sejauh ini sudah membuahkan hasil yang nyata.
"Perseroan mengaitkan keberhasilan ini dengan ekspansi jaringan gerai yang pesat, yang memungkinkan FORE untuk tumbuh secara tangguh di tengah kondisi ekonomi yang dinamis," kata Vico dalam sebuah pernyataan resmi pada Oktober 2025.
Pendapatannya pun melejit. Mereka berhasil mencatatkan pendapatan hingga Rp1,04 triliun, atau naik signifikan sebesar 42 persen.
Selain fokus pada kopi, mereka juga sedang mencoba peruntungan baru. Fore Donut, yang perdana hadir di Supermall Karawaci, rupanya disambut luar biasa antusias. Bahkan, produksi donat mereka di bulan September 2025 dilaporkan ludes terjual.
Vico melihat peluang ini cukup cerah.
"Mengingat besarnya potensi pasar dan terbatasnya jumlah pemain yang berhasil membentuk jaringan di segmen ini, Fore Donut berawal sebagai kategori baru yang menjanjikan di dalam Fore Coffee," ujarnya.
Perjalanan Fore Coffee sebagai perusahaan publik dimulai pada Senin, 14 April 2025. Saat itu, mereka resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dan tercatat sebagai emiten ke-12 yang masuk sepanjang tahun 2025.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar