Rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera akhirnya dimulai. Pemerintah bergerak cepat usai bencana, dengan fokus awal pada pemulihan sawah-sawah yang rusak ringan dan sedang. Tiga provinsi menjadi sasaran: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan serentak ini resmi digulirkan sejak Kamis (15/1) kemarin.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, prioritasnya adalah mengembalikan aktivitas petani secepat mungkin. "Insyaallah subuh (hari ini) kami berangkat ke Aceh, bersamaan tiga lokasi kita memulai rehab sawah yang rusak ringan, sedang, dan berat," ujarnya.
Amran menyampaikan hal itu di Senayan, Rabu (14/1), usai bertemu dengan Komisi IV DPR. "Kita memulai dari ringan dan sedang agar saudara-saudara kita bisa bekerja seperti biasanya," tambahnya.
Menurut data terbaru per 13 Januari 2026, kerusakannya cukup luas. Total lahan sawah yang terdampak di ketiga provinsi mencapai 107.324 hektare. Rinciannya, 56 ribu hektare rusak ringan, 22,1 ribu hektare rusak sedang, dan 29 ribu hektare masuk kategori berat. Dari angka itu, sekitar 44,6 ribu hektare tanaman padi dan jagung dilaporkan gagal panen. Sungguh pukulan telak bagi ketahanan pangan.
Gangguan ternyata tak cuma di sawah. Sektor perkebunan ikut terpukul, dengan lahan komoditas seperti kopi dan kakao yang rusak mencapai 29,3 ribu hektare. Lahan hortikultura tempat sayuran dan buah-buahan juga tak luput, terdampak sekitar 1.800 hektare. Kerugiannya jelas sangat besar.
Artikel Terkait
Analis MNC Sekuritas Soroti Empat Saham Andalan Usai IHSG Sentuh Level 9.032
Fore Coffee Habiskan Rp101 Miliar dari Dana IPO untuk Ekspansi Gerai
IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Ini Rekomendasi Saham Pilihan
Trump Usulkan Batas Bunga Kartu Kredit, Saham Teknologi dan Perbankan Anjlok