Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya misi jelas: memastikan pasokan beras di Kepulauan Riau, terutama Batam, benar-benar aman dan merata. Kunjungannya ke Tanjung Balai Karimun baru-baru ini bukan sekadar seremonial. Di sana, dia langsung menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi yang kerap jadi kendala di wilayah kepulauan.
Solusi utamanya? Membangun gudang Bulog baru di Karimun. Gudang ini nantinya akan jadi simpul distribusi kunci, tempat beras dari dalam negeri disimpan sebelum disalurkan ke seluruh penjuru Kepri.
“Secara nasional kita surplus. Stok akhir tahun kita 3,2 juta ton, tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri,” tegas Amran.
Dia menegaskan, dengan angka setinggi itu, tidak ada alasan bagi satu daerah pun untuk mengalami kekurangan. “Tidak ada alasan Kepri kekurangan beras,” ucapnya lagi, dengan nada yang cukup meyakinkan.
Menurutnya, kondisi stok nasional yang sangat baik ini harus dirasakan sampai ke tingkat daerah. Itulah mengapa pembangunan gudang menjadi sangat krusial. Selain untuk memperlancar logistik, gudang yang penuh itu juga diharapkan bisa menutup celah masuknya beras ilegal yang selama ini meresahkan.
Artikel Terkait
Zurich Syariah Pacu Pertumbuhan dengan Asuransi Mikro, Sentuh 50% di Awal 2026
Zurich Indonesia Jaga RBC 300%, Jauh di Atas Batas Minimal OJK
Kuota Mudik Gratis DKI Jakarta Bertambah Jadi 30.774 Orang
DPRD DKI Dorong Perda Pembangunan Keluarga Tangguh Antisipasi Dampak Perceraian