Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya misi jelas: memastikan pasokan beras di Kepulauan Riau, terutama Batam, benar-benar aman dan merata. Kunjungannya ke Tanjung Balai Karimun baru-baru ini bukan sekadar seremonial. Di sana, dia langsung menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi yang kerap jadi kendala di wilayah kepulauan.
Solusi utamanya? Membangun gudang Bulog baru di Karimun. Gudang ini nantinya akan jadi simpul distribusi kunci, tempat beras dari dalam negeri disimpan sebelum disalurkan ke seluruh penjuru Kepri.
“Secara nasional kita surplus. Stok akhir tahun kita 3,2 juta ton, tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri,” tegas Amran.
Dia menegaskan, dengan angka setinggi itu, tidak ada alasan bagi satu daerah pun untuk mengalami kekurangan. “Tidak ada alasan Kepri kekurangan beras,” ucapnya lagi, dengan nada yang cukup meyakinkan.
Menurutnya, kondisi stok nasional yang sangat baik ini harus dirasakan sampai ke tingkat daerah. Itulah mengapa pembangunan gudang menjadi sangat krusial. Selain untuk memperlancar logistik, gudang yang penuh itu juga diharapkan bisa menutup celah masuknya beras ilegal yang selama ini meresahkan.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya: Target 6 Persen Bisa Tercapai, IHSG dan Modal Asin Jadi Sinyal Positif
Lahan HGU Terlantar Disiapkan Jadi Hunian Tetap Korban Banjir Sumatra
Menkeu Purbaya Tegaskan Rotasi Pejabat Tak Sentuh Independensi BI
KIP-K Rp 1,6 Triliun: Kemenag Dorong Beasiswa untuk Mahasiswa Asing dan Warga Sekitar Kampus