Di sisi lain, kabar baik datang dari DPR. Komisi IV menyatakan dukungannya dengan menyetujui usulan tambahan anggaran untuk pemulihan ini. Ketua Komisi IV, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, mengakui besarnya kebutuhan di lapangan.
"Tentu untuk kerusakan yang sebegitu besar, anggaran permintaan Rp 1,7 [triliun] tidak cukup. Kementerian Pertanian tadi mintanya Rp 5,1 [triliun] malahan ya," kata Titiek.
Intinya, dia menegaskan, "kami akan mendukung, menyetujui tambahan anggaran untuk rehabilitasi, pemulihan lahan dan area-area yang terdampak ini."
Secara keseluruhan, biaya pemulihan sektor pertanian ditaksir mencapai Rp 6,6 triliun. Angka itu merupakan gabungan dari alokasi APBN Kementan tahun 2026 sebesar Rp 1,49 triliun, plus tambahan usulan tadi sebesar Rp 5,1 triliun. Belum lagi sektor kelautan dan perikanan yang menurut perhitungan KKP butuh sekitar Rp 1,71 triliun. Jumlahnya fantastis.
Kini, pekerjaan rumah yang berat benar-benar dimulai. Dari data di atas ke lapangan, dari anggaran yang disetujui ke realisasi di tengah lumpur dan lahan yang rusak. Perjalanan pemulihan masih panjang.
Artikel Terkait
IHSG Tembus 9.000, Rekor Baru Torehkan Sejarah Pasar Modal
IHSG Melonjak 39 Poin, Sektor Kesehatan dan Investasi Pimpin Pesta Pagi
Harga Emas Antam Melonjak Rp 10.000 per Gram, Pajak Pembelian Dihapus
IHSG Melaju, Rupiah Menguat di Tengah Sentimen Asia yang Beragam