Di sisi lain, kabar baik datang dari DPR. Komisi IV menyatakan dukungannya dengan menyetujui usulan tambahan anggaran untuk pemulihan ini. Ketua Komisi IV, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, mengakui besarnya kebutuhan di lapangan.
"Tentu untuk kerusakan yang sebegitu besar, anggaran permintaan Rp 1,7 [triliun] tidak cukup. Kementerian Pertanian tadi mintanya Rp 5,1 [triliun] malahan ya," kata Titiek.
Intinya, dia menegaskan, "kami akan mendukung, menyetujui tambahan anggaran untuk rehabilitasi, pemulihan lahan dan area-area yang terdampak ini."
Secara keseluruhan, biaya pemulihan sektor pertanian ditaksir mencapai Rp 6,6 triliun. Angka itu merupakan gabungan dari alokasi APBN Kementan tahun 2026 sebesar Rp 1,49 triliun, plus tambahan usulan tadi sebesar Rp 5,1 triliun. Belum lagi sektor kelautan dan perikanan yang menurut perhitungan KKP butuh sekitar Rp 1,71 triliun. Jumlahnya fantastis.
Kini, pekerjaan rumah yang berat benar-benar dimulai. Dari data di atas ke lapangan, dari anggaran yang disetujui ke realisasi di tengah lumpur dan lahan yang rusak. Perjalanan pemulihan masih panjang.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret