Bagi Ultracorp, atau PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), tahun 2026 bukan sekadar angka baru di kalender. Tahun ini disebut-sebut bakal menjadi fase krusial untuk transformasi dan akselerasi bisnis mereka. Gimana nggak, daya beli masyarakat yang mulai menggeliat lagi ditambah pesatnya digitalisasi, bikin perseroan ini bersiap melebarkan sayap.
Intinya, mereka ingin perannya dalam ekosistem loyalitas digital Indonesia makin kuat.
“Bagi kami, 2026 merupakan tahun untuk terus bertumbuh bahkan tahun akselerasi,” tegas Direktur UVCR, Riky Boy Permata, lewat keterangan resmi yang diterima Senin (26/1/2026).
Dia melihat sektor ritel dan gaya hidup menunjukkan pemulihan yang cukup solid. Di tengah kondisi itu, posisi Ultra Voucher dinilainya strategis. “Ultra Voucher berada pada posisi strategis untuk menghubungkan kebutuhan merchant secara B2B dan konsumen secara B2C melalui solusi digital kami yang relevan,” ujar Riky.
Nah, sebagai bagian dari agenda transformasi itu, UVCR terus mengasah produk andalannya: Ultra Voucher Gift Card (UVGC). Produk yang kini dikembangkan sebagai Universal Gift Card ini kabarnya sudah terintegrasi dengan sistem Electronic Data Capture (EDC) perbankan nasional. Artinya, pemakaiannya diharapkan makin gampang dan luas.
Hingga awal tahun ini, kartu gift serba bisa itu bisa dipakai langsung di lebih dari 30 brand atau merchant dari berbagai sektor. Mulai dari ritel modern, elektronik rumah tangga, sampai makanan & minuman. Rencananya, jumlah merchant ini akan terus ditambah, seiring dengan perluasan integrasi sistem pembayaran ke berbagai wilayah di Indonesia.
Strategi utama UVCR di tahun 2026 cukup jelas. Mereka fokus pada penguatan target operasional, salah satunya integrasi penuh UVGC dengan jaringan EDC di berbagai bank. Bahkan, ke depan rencananya UVGC akan terhubung dengan jaringan EDC milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
“Perseroan juga menyiapkan inovasi produk melalui pengembangan fitur pembayaran yang lebih seamless pada aplikasi Ultra Voucher,” tambah Riky.
Tak cuma itu, mereka juga fokus menambah kerja sama dengan berbagai brand agar UVGC bisa diterima secara langsung atau direct redemption.
Di sisi lain, bisnis korporasi juga tak luput dari perhatian. UVCR memperkuat fokus pada segmen B2B untuk mendorong penetrasi solusi program loyalitas dan voucher. Tujuannya, menawarkan reward perusahaan yang lebih modern dan praktis. Ke depannya, layanan seperti pengelolaan program insentif dan peningkatan aset kelolaan (AUM) diharapkan bisa diakses dengan mudah oleh mitra-mitra B2B mereka.
Perjalanan bisnis mereka sejauh ini terlihat cukup positif. Hingga kuartal III-2025, UVCR membukukan pendapatan usaha sebesar Rp666 miliar. Angka ini tumbuh sekitar 13 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang sebesar Rp591 miliar. Sebuah pencapaian yang jadi modal bagus untuk akselerasi di tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
UEA Resmi Keluar dari OPEC, Fokus pada Kepentingan Nasional
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS
Tiga Direksi PT Prime Agri Resources Tbk Serahkan Pengunduran Diri, Keputusan Ditentukan Lewat RUPS
IHSG Diprediksi Masih Terkoreksi Terbatas, Analis Rekomendasikan Strategi Buy on Weakness untuk Empat Saham