Manajemen Folago sendiri secara terbuka menyarankan para pemegang saham untuk ikut serta menebus hak mereka. Alasannya jelas: risiko dilusi yang cukup signifikan. Tapi, kalau ada saham baru yang tak ditebus, maka sisa tersebut akan dialokasikan ke investor yang justru memesan lebih dari jatah haknya.
Di sisi lain, peran MTA tak berhenti di situ. Mereka juga menyatakan kesanggupan menjadi pembeli siaga. Artinya, jika masih ada sisa saham baru yang menganggur setelah proses penawaran, MTA siap menyerapnya. Komitmennya cukup besar: mereka sanggup membeli hingga 5,59 miliar saham lagi. Dengan asumsi harga Rp300 per lembar, dana siaga yang harus disiapkan mencapai Rp1,68 triliun.
Langkah korporasi Folago ini tentu akan menjadi perhatian serius pasar dalam beberapa pekan ke depan.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret