Lalu, bagaimana skemanya? PT Pos Indonesia akan bertindak sebagai titik kumpul barang dari berbagai penjuru. Setelah terkumpul, giliran PELNI Logistics yang mendistribusikannya lewat jalur pelayaran. Mereka tak hanya akan memanfaatkan kapal-kapal PELNI, tapi juga kapal swasta lainnya. Namun begitu, Sukendra menegaskan bahwa perluasan layanan ini akan dilakukan bertahap.
"Kemudian kami akan distribusikan ke tujuan yang kami sepakati dulu. Bukan langsung kita buka seluruh Indonesia. Belum," tegasnya.
Ada keunggulan spesifik yang mereka andalkan. Kapal PELNI punya prioritas sandar di pelabuhan. Artinya, mereka bisa meminimalkan kemacetan dan mempercepat proses bongkar muat. Ini penting, terutama untuk rute ke Indonesia Timur.
"Maksimal kami hanya diberikan tidak lebih dari 4 sampai 6 jam. Kadang-kadang hanya 2 jam," papar Sukendra.
"Nah, itulah kelebihan kami sehingga nganterin barang dari Jakarta ke Jayapura (contohnya) itu satu minggu."
Dengan waktu tempuh yang lebih singkat dibanding kapal biasa, harapannya jelas: akses belanja online jadi lebih cepat, merata, dan murah bagi siapa saja, di mana saja. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, menjadi kunci agar mimpi itu benar-benar sampai ke dermaga.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret