Lalu, bagaimana skemanya? PT Pos Indonesia akan bertindak sebagai titik kumpul barang dari berbagai penjuru. Setelah terkumpul, giliran PELNI Logistics yang mendistribusikannya lewat jalur pelayaran. Mereka tak hanya akan memanfaatkan kapal-kapal PELNI, tapi juga kapal swasta lainnya. Namun begitu, Sukendra menegaskan bahwa perluasan layanan ini akan dilakukan bertahap.
"Kemudian kami akan distribusikan ke tujuan yang kami sepakati dulu. Bukan langsung kita buka seluruh Indonesia. Belum," tegasnya.
Ada keunggulan spesifik yang mereka andalkan. Kapal PELNI punya prioritas sandar di pelabuhan. Artinya, mereka bisa meminimalkan kemacetan dan mempercepat proses bongkar muat. Ini penting, terutama untuk rute ke Indonesia Timur.
"Maksimal kami hanya diberikan tidak lebih dari 4 sampai 6 jam. Kadang-kadang hanya 2 jam," papar Sukendra.
"Nah, itulah kelebihan kami sehingga nganterin barang dari Jakarta ke Jayapura (contohnya) itu satu minggu."
Dengan waktu tempuh yang lebih singkat dibanding kapal biasa, harapannya jelas: akses belanja online jadi lebih cepat, merata, dan murah bagi siapa saja, di mana saja. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, menjadi kunci agar mimpi itu benar-benar sampai ke dermaga.
Artikel Terkait
Wall Street Lesu, Saham Keuangan Tertekan Gara-gara Wacana Batas Bunga Kartu Kredit
Pemerintah Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Meroket
Ari Askhara Kembali ke Panggung Utama, Kali Ini di Geladak Kapal
Saham Soechi Lines Disetop BEI Usai Guncangan Harga 20 Persen