Penyaluran bantuan sosial juga menunjukkan angka yang signifikan. Bantuan beras 10 kg per keluarga telah sampai ke 18,3 juta KPM dengan realisasi hampir 96%. Bantuan minyak goreng 2 liter per KPM juga nyaris tersalurkan semua, realisasinya mencapai 95,86%. Sementara itu, BLTS Kesra telah dinikmati lebih dari 33 juta penerima manfaat.
“Di tiga provinsi yang terdampak bencana, penyalurannya sudah di atas 90% setelah ada modifikasi mekanisme,” jelas Haryo, merinci capaian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Program lain yang cukup mendapat sorotan adalah diskon iuran JKK dan JKM untuk pekerja sektor gig. Hingga Maret 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 731 ribu peserta, mencakup pengemudi online, sopir, kurir, dan pekerja logistik. Ada juga program padat karya tunai yang digarap Kementerian PUPR dan Kehutanan, dengan realisasi anggaran miliaran rupiah dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
Di luar itu, pemerintah juga punya sejumlah terobosan. Program Manfaat Layanan Tambahan perumahan dari BPJS Ketenagakerjaan dengan relaksasi bunga, misalnya, mulai berjalan Oktober lalu untuk membantu pekerja formal berpenghasilan menengah ke bawah memiliki rumah.
Upaya deregulasi dan percepatan investasi juga tak ketinggalan. Satgas khusus dibentuk untuk menangani pengaduan via kanal Lapor Debottlenecking. Hingga Desember tahun lalu, sudah 23 desk pengaduan yang ditindaklanjuti untuk menghilangkan hambatan investasi.
Terakhir, ada pilot project Program Perkotaan yang diluncurkan di DKI Jakarta pada 18 Desember 2025. Program ini dikembangkan bersama platform ekonomi digital, dengan harapan bisa membuka lapangan kerja baru lewat gig economy di perkotaan. Langkah ini sekaligus menutup catatan implementasi paket ekonomi di tahun lalu.
Artikel Terkait
KKP Siapkan Bantuan Kapal dan Perbaikan Tambak untuk Nelayan Sumatera yang Terdampak Bencana
Ribuan Taruna KKP Diterjunkan ke Sumatera untuk Percepat Pemulihan Bencana
Indonesia Rentang Jaringan Ekonomi ke Kanada, Peru, dan Eurasia
Surplus Fantastis China Tembus USD 1,2 Triliun di Tengah Ancaman Tarif Trump