Ia menambahkan, “Pemulihan Amerika masih sesuai rencana, meskipun penciptaan lapangan kerja agak mengecewakan, jadi The Fed tidak akan terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. Tapi disinflasi berarti mereka punya kebebasan untuk bertindak.”
Laporan dari JPMorgan ini langsung memengaruhi sentimen terhadap sektor perbankan secara keseluruhan. Beberapa bank besar lain seperti Bank of America, Wells Fargo, dan Citigroup dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pada hari Rabu. Hasil mereka nanti akan sangat menentukan arah pasar di minggu ini.
Di sisi lain, tidak semua berita buruk. Saham-saham perusahaan semikonduktor justru meroket. Advanced Micro Devices (AMD) dan Intel (INTC) melesat masing-masing lebih dari 7 dan 6 persen. Pemicunya adalah kenaikan peringkat dari "sector weight" menjadi "overweight" oleh analis Keybank, disertai revisi target harga yang lebih tinggi.
Sementara itu, di sektor lain, Delta Air Lines mengalami nasib berbeda. Maskapai penerbangan itu mencatat laba bersih yang disesuaikan sedikit di atas perkiraan. Tapi rupanya pendapatannya meleset dari proyeksi. Ditambah panduan untuk tahun 2026 yang dianggap beragam oleh investor, saham Delta pun ikut tertekan.
Jadi, pasar saham AS awal tahun 2026 ini diwarnai oleh tarik-menarik antara data ekonomi yang cukup menggembirakan dan realitas kinerja perusahaan yang beragam. Investor tampaknya masih sangat berhati-hati, menimbang setiap angka dan pernyataan sebelum mengambil langkah berikutnya.
Artikel Terkait
Pasar Global Waspadai Data Ekonomi dan Eskalasi Konflik Timur Tengah
Analis Proyeksikan Kenaikan Harga Minyak dan Emas Usai Ketegangan AS-Israel-Iran
Wall Street Waspadai Disrupsi AI dan Tunggu Laporan Ketenagakerjaan AS
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat