Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp 482 Triliun di Tengah Gejolak Global

- Selasa, 13 Januari 2026 | 20:36 WIB
Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp 482 Triliun di Tengah Gejolak Global

Dari kacamata Indodax, ceritanya malah cukup positif. Platform mereka mencatat volume transaksi kripto di pasar rupiah mencapai sekitar Rp 201,2 triliun pada 2025. Angka itu melonjak 51,65 persen dibanding tahun sebelumnya. Mereka juga mengklaim masih memegang posisi sebagai exchange terbesar di Indonesia dengan market share di atas 40 persen.

“Peningkatan volume transaksi di pasar rupiah, khususnya di Indodax, menggambarkan bahwa investor domestik masih aktif,” tambah Antony.

Menurutnya, di tengah volatilitas yang ada, banyak investor yang tetap melihat kripto sebagai alternatif instrumen investasi yang menarik.

Kalau dilihat dari aset yang paling laris, pola tahun lalu tidak banyak berubah. USDT, Bitcoin, dan Ethereum masih jadi primadona. Data Indodax menunjukkan USDT menyumbang 22 persen dari total volume transaksi di pasar rupiah, disusul Bitcoin 13 persen, dan Ethereum sekitar 7 persen. Tiga aset berlikuiditas tinggi ini tetap jadi pilihan utama para investor.

Antony juga menekankan satu hal penting: peran regulasi. Kerangka hukum yang semakin jelas dinilainya sebagai fondasi kunci.

“Regulasi yang semakin jelas dan terstruktur memberikan kepastian bagi pelaku industri maupun investor. Hal ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan, memperkuat perlindungan konsumen, dan mendorong pertumbuhan industri aset kripto yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya.


Halaman:

Komentar