Nyatanya, kondisi industri saat ini masih didominasi segelintir pemain. Menurut Sam, sekitar 70% bisnis ayam dan telur nasional masih dikuasai dua perusahaan besar saja. Padahal, kalau dilihat dari angka perputaran uangnya, potensi sektor ini luar biasa.
Sebelum ada intervensi program pemerintah ini, nilai perputaran uang di industri ayam dan telur sudah mencapai Rp 554 triliun. Rinciannya, industri pakan menyumbang Rp 133 triliun, industri daging ayam Rp 222 triliun, dan industri telur ayam sekitar Rp 199 triliun. Angka yang fantastis.
"Tahun ini ada Rp 20 triliun untuk ayam. Nah silakan dimanfaatkan akan kami bantu siapkan perizinan industrinya," ajak Sam, membuka peluang.
Dengan suntikan dana segar itu, Kementan memproyeksikan adanya peningkatan perputaran uang hingga Rp 99 triliun. Kenaikan ini diproyeksikan datang dari sektor pakan yang bertambah Rp 14 triliun, industri daging ayam naik Rp 40 triliun, dan industri telur melonjak Rp 45 triliun.
Jika semua berjalan sesuai harapan, total perputaran uang di industri ini bisa melambung menjadi Rp 653 triliun. Sebuah angka yang bahkan lebih fantastis lagi. Dalam proyeksi itu, industri pakan diprediksi mencapai Rp 147 triliun, daging ayam Rp 262 triliun, dan telur ayam menyentuh Rp 244 triliun. Sebuah transformasi yang sedang dipersiapkan, tinggal menunggu eksekusinya.
Artikel Terkait
Diskon 50% Iuran BPJS Ketenagakerjaan Siap Ringankan Beban Ojol Mulai 2026
Stok Beras Pemerintah Tembus 3,36 Juta Ton, Bapanas: Tak Perlu Impor
Pipa Bawah Laut Balikpapan Hidup, Pasokan Energi Indonesia Timur Diperkuat
Gambir Indonesia Kuasai 80% Pasar Dunia, Tapi Untung Besar Dinikmati India