Anggaran sebesar Rp 20 triliun disiapkan Kementerian Pertanian. Tujuannya? Membangun klaster peternakan ayam, baik petelur maupun pedaging, yang akan tersebar di 13 provinsi. Ini bukan rencana kecil-kecilan, tapi sebuah langkah besar untuk mengubah peta industri perunggasan nasional.
Sam Herodian, Staf Khusus Menteri Pertanian, membeberkan bahwa pembangunannya akan dilakukan bertahap. "Tahun ini kita akan membangun beberapa tempat untuk pusat unggas, karena konsumsi sumber protein yang paling murah dari unggas. Ini kita mau bangun, tahun ini baru sekitar 7 [tempat]," jelasnya.
Sam mengatakan hal itu dalam acara Road to Jakarta Food and Security Summit di Gedung Kadin, Jakarta, Selasa kemarin. Pelaksanaan penuh rencananya sendiri baru akan dimulai pada 2026 nanti.
Lalu, provinsi mana saja yang akan jadi sasaran? Daerah-daerah yang dipilih cukup beragam, mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia. Aceh, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung ada dalam daftar. Kemudian Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur. Juga Gorontalo, Sulawesi Selatan, NTB, NTT, Papua Selatan, dan Jawa Timur.
Pemilihan lokasi yang tersebar ini punya maksud jelas. Di satu sisi, untuk pemerataan. Selama ini, pembangunan sektor peternakan terasa belum merata. Di sisi lain, ini strategi untuk memperkuat basis produksi di luar sentra-sentra lama yang sudah ada.
Artikel Terkait
Diskon 50% Iuran BPJS Ketenagakerjaan Siap Ringankan Beban Ojol Mulai 2026
Stok Beras Pemerintah Tembus 3,36 Juta Ton, Bapanas: Tak Perlu Impor
Pipa Bawah Laut Balikpapan Hidup, Pasokan Energi Indonesia Timur Diperkuat
Gambir Indonesia Kuasai 80% Pasar Dunia, Tapi Untung Besar Dinikmati India