Sementara itu, di Kalimantan Timur, proyek strategis bertahun-tahun akhirnya diresmikan. Prabowo meluncurkan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dengan nilai investasi yang fantastis, mencapai sekitar Rp 123 triliun.
Proyek ini mengubah total wajah Kilang Balikpapan milik Pertamina. Kapasitas olahnya melonjak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel, menjadikannya yang terbesar di tanah air.
“Tentunya saya menyambut bahagia dan sangat bangga atas peresmian hari ini,” kata Prabowo di lokasi kilang.
Ia juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat. “Ini prestasi yang sangat penting bagi bangsa,” tambahnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang hadir menerangkan, RDMP Balikpapan bukan proyek biasa. Ini adalah ekosistem terintegrasi, lengkap dengan Terminal Lawe-lawe dan didukung pipa gas sepanjang 78 kilometer dari Senipah.
Yang menarik, ini adalah peresmian proyek RDMP pertama dalam kurun waktu lebih dari tiga dekade. Sebelumnya, proyek serupa terakhir selesai di Balongan, Jawa Barat, pada 1994.
“RDMP mempunyai makna tersendiri dalam konteks kedaulatan energi,” jelas Bahlil.
Dampaknya langsung terasa untuk ketahanan energi nasional. Bahlil memastikan, beroperasinya kilang ini akan menghentikan impor solar jenis tertentu secara bertahap. Impor solar CN 48 dihentikan awal 2026, disusul solar CN 51 pada paruh kedua tahun yang sama.
Artikel Terkait
Gejolak Timur Tengah Pacu Harga Minyak ke Level Tertinggi 7 Pekan
Beras SPHP Bakal Seragam Harganya dari Sabang hingga Merauke
Wall Street Pecahkan Rekor Lagi, Meski Bayang-Bayang Investigasi Mengintai Powell
Wall Street Cetak Rekor Lagi, Di Tengah Sorotan ke Jerome Powell