Angka yang muncul dari bencana di ujung tahun lalu sungguh memilukan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, menyebut hampir 190 ribu rumah rusak akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh hingga Sumatera pada akhir November 2025. Data ini ia sampaikan dalam sebuah rapat koordinasi di Banda Aceh, Sabtu (10/1), yang menghadirkan satgas dari DPR dan pemerintah.
“Per Jumat (9/1) jam 5 sore, total 189 ribu rumah terdampak. Tadi Pak Mendagri sudah punya data, kami berusaha untuk menyingkronkan karena kami sudah punya Satgas sendiri,”
ujar Ara.
Di tengah upaya menghitung kerusakan, langkah lain juga sudah mulai dijalankan. Ara menjelaskan, kementeriannya kini membantu pemerintah daerah mencari lokasi untuk hunian tetap bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
“Jumlah lahan rencana lokasi itu, di Aceh kami ada 153 lahan, tanah tahap identifikasi ada 17. Di Sumatera Utara ada 16 lokasi. Di Sumatera Barat ada 28 lokasi,”
tuturnya.
“Luas lahan lokasi di Aceh ada 473 hektare, Sumatera Utara 56 hektare, Sumatera Barat 53 hektare,”
sambungnya memberikan rincian.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran
Saham Jantra Grupo (KAQI) Melonjak 21,9%, Jadi Top Gainer Bursa
Dirut BRI Sinyalkan Dividen 2025 Lebih Besar Didukung CAR yang Kuat