Nah, selain fokus pada pemulihan infrastruktur energi, Pertamina juga turun langsung memberikan bantuan kemanusiaan. Sejak hari pertama bencana, tim mereka di Sumbagut sudah berkoordinasi dengan BPBD setempat.
Mereka mendirikan enam posko utama, tersebar dari Lhokseumawe hingga Sibolga. Lebih dari 500 relawan dikerahkan. Posko-posko ini menjadi tulang punggung bagi 164 posko pengungsian dan 111 dapur umum. Bantuan utamanya ya energi: BBM untuk kendaraan logistik dan pesawat udara, serta Bright Gas untuk keperluan memasak di dapur umum.
Hingga saat ini, bantuan energi yang disalurkan sudah mencapai puluhan ribu kilogram LPG dan ratusan ribu liter BBM. Mereka juga menyediakan genset dan pembangkit listrik tenaga surya untuk rumah sakit serta posko-posko vital.
Persoalan air bersih juga tak ketinggalan. Pertamina menyalurkan 2,2 juta liter air bersih dengan berbagai cara; mengirimkan air dari luar wilayah, mereaktivasi sumur warga, hingga mengebor sumur baru. Setiap hari, 15 mobil tangki air dikirim ke Aceh Tamiang. Mereka pun bekerja sama dengan relawan dari Wanadri untuk memurnikan air sumur warga.
Upaya pengeboran sendiri sudah membuahkan hasil. Empat sumur bor baru berhasil memproduksi air. Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan, tujuh tim tambahan dikerahkan. Dua sumur bor lainnya juga sudah beroperasi di kawasan hunian bantuan.
Tak hanya itu, bantuan medis dan psikososial juga diberikan.
tutup Arya mengakhiri penjelasannya.
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam