Pasar saham pekan lalu memang ditutup dengan sentimen positif, ditandai IHSG yang menguat lebih dari 2 persen ke level 8.936. Tapi, di balik kenaikan indeks itu, ada cerita lain yang berlangsung. Tekanan jual ternyata menghantam sejumlah emiten dengan cukup keras, membuat mereka tercatat sebagai 'top losers' dalam catatan Bursa Efek Indonesia untuk periode 5-9 Januari 2026.
Posisi teratas, dan dengan penurunan paling tajam, ditempati oleh MPX Logistics International (MPXL). Sahamnya benar-benar terjun bebas, anjlok 32,65 persen. Dalam hitungan hari, harganya merosot dari Rp294 menjadi hanya Rp198 per lembar saham. Penurunan yang cukup mencolok untuk memulai tahun.
Tak sendirian, masih ada sembilan saham lain yang ikut terperosok. Sinergi Inti Andalan Prima (INET), misalnya, harus merelakan nilainya menyusut hampir 28 persen, sementara Alkindo Naratama (ALDO) melemah di atas 23 persen. Tekanan jual ini tampaknya menyebar ke berbagai sektor, dari logistik, teknologi, hingga properti dan konstruksi.
Menariknya, di tengah daftar panjang pelemahan ini, ada yang namanya 'pelemahan terbatas'. Gelar itu disandang oleh PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) yang 'hanya' terkoreksi 14,67 persen ke level Rp314. Angka itu tetap saja membuatnya masuk dalam daftar sepuluh besar pelemah pekan lalu.
Berikut daftar lengkap sepuluh saham dengan kinerja terburuk sepekan, berdasarkan statistik BEI per Sabtu (10/1/2026):
MPXL merosot 32,65% ke Rp198.
INET menyusut 27,92% ke Rp555.
ALDO melemah 23,72% ke Rp595.
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam