OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Bertahan Hingga 2025

- Jumat, 09 Januari 2026 | 10:30 WIB
OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Bertahan Hingga 2025

Stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih kokoh, setidaknya hingga akhir tahun 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar. Menurutnya, kondisi ini sejalan dengan tren perbaikan yang mulai terlihat di perekonomian global, meski tentu saja ada beberapa catatan.

“Rapat Dewan Komisioner pada 24 Desember lalu menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” ujar Mahendra dalam Konferensi Pers RDKB, Jumat (9/1).

Dia melanjutkan, “Berdasarkan data terbaru, perekonomian global secara umum menunjukkan perbaikan. Tapi kita akui, kinerja ekonomi Tiongkok ternyata masih di bawah ekspektasi banyak pihak.”

Memang, aktivitas manufaktur global masih di zona ekspansi, walau pertumbuhannya tidak secepat dulu. Lembaga-lembaga multilateral bahkan sudah memprediksi perlambatan untuk tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan lebih rendah ketimbang rata-rata masa sebelum pandemi, didorong oleh meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara besar.

Di tengah bayang-bayang perlambatan itu, Amerika Serikat justru menunjukkan ketahanan yang cukup solid. Ekonomi mereka tumbuh 4,3 persen pada kuartal III 2025, angka yang melampaui perkiraan pasar dan lebih baik dari kuartal sebelumnya.

“Namun begitu, ada tanda-tanda moderasi di pasar tenaga kerja AS,” kata Mahendra.

“Inflasi untuk November 2025 juga turun ke 2,7 persen, dengan inflasi inti di angka 2,6 persen.”

Sementara itu, ceritanya berbeda jauh di China. Perlambatan ekonomi negeri Tirai Bambu itu masih berlanjut. Konsumsi rumah tangga mereka tampak tertahan, sementara indeks PMI manufaktur kembali menyusut dan tekanan di sektor properti belum juga reda. Perkembangan inilah yang rupanya mendorong sejumlah bank sentral kembali membuka keran kebijakan yang lebih akomodatif.

Federal Reserve, misalnya, memangkas suku bunga acuannya. Langkah serupa diambil oleh Bank of England pada Desember 2025. Tapi Jepang justru mengambil jalan berlawanan.


Halaman:

Komentar