Dari Teras Rumah Hingga Naik Kelas: Kisah AO PNM yang Mengubah Rasa Takut Jadi Kepercayaan

- Kamis, 08 Januari 2026 | 18:18 WIB
Dari Teras Rumah Hingga Naik Kelas: Kisah AO PNM yang Mengubah Rasa Takut Jadi Kepercayaan

Mengakses layanan keuangan bisa jadi hal yang menakutkan bagi banyak ibu prasejahtera. Ada rasa sungkan, takut tak dipahami, atau sistem pinjaman yang terasa rumit dengan syarat jaminan. Tapi suasana hati itu sering berubah total begitu mereka bertemu dengan Account Officer (AO) PNM.

Pertemuan pertama biasanya sederhana saja. Di teras rumah, di balai warga, atau sudut perkampungan yang ramai. Yang datang bukan sosok kaku dengan bahasa bank. AO PNM lebih sering duduk mendengar, bicara dengan bahasa sehari-hari, mencoba memahami kebutuhan yang sering kali tak terucap. Dari situlah semuanya mulai. Mereka bisa dapat pembiayaan tanpa agunan, lalu didampingi pelan-pelan untuk naik kelas.

Hubungannya tidak berhenti di urusan pencairan dana. Menariknya, para AO ini lama-lama kenal nama anak-anak nasabah. Mereka paham ritme harian usaha ibu-ibu itu, tahu kapan harus memberi semangat atau sekadar jadi pendengar yang baik. Relasi semacam inilah yang lambat laun membangun rasa aman. Ada yang menemani dalam perjalanan usaha mereka, dalam suka dan duka.

Setiap kunjungan rutin, obrolan ringan, hingga solusi yang disampaikan dengan kata-kata sederhana semua itu mengumpulkan jadi satu: kepercayaan. Nasabah merasa didampingi dari dekat, bukan dilayani dari jauh.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pendekatan manusiawi ini adalah inti komitmen mereka.

“PNM hadir untuk melayani masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Dengan akses pembiayaan yang bertanggung jawab dan pendampingan berkelanjutan, kami ingin mereka mendapat kesempatan memiliki produk keuangan yang aman,” ujarnya.

Menurut Dodot, memberi modal saja tidak akan cukup.

“Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pengetahuan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha melalui Account Officer. Tujuannya agar kehidupan nasabah benar-benar menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pada akhirnya, para AO menjalankan tugas dengan hati. Mereka sadar, bagi nasabah, ini bukan cuma transaksi. Ini soal bertahan hidup dan memperbaiki nasib keluarga. Ketika konsisten dilakukan, yang tumbuh bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan ikatan emosional yang kuat.

Dan ketika ibu-ibu itu merasa didengar, dimengerti, serta ditemani, di situlah arti pelayanan sesungguhnya. PNM berusaha menghadirkan rasa aman, sedikit harapan, dan keberanian untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar