"Ketika melihat ada implementasi nyata walaupun nggak sempurna, kelihatannya ke depan akan baik ekonominya," jelasnya. "Otomatis perusahaan yang listed di bursa untung makin gede, valuasinya bakal naik. Makanya mereka nggak mau ketinggalan masuk ke pasar modal."
Dan ambisinya tak berhenti di situ. Dengan yakin, Purbaya menyebut target IHSG di level 10.000 tahun ini bukan hal yang mustahil. "Tahun ini 10.000 nggak susah-susah amat," tambahnya singkat.
Namun begitu, euforia pagi itu ternyata tak bertahan sampai penutupan. IHSG akhirnya berbalik melemah dan ditutup di zona merah. Indeks terpangkas 19,342 poin atau 0,22 persen ke level 8.925,471.
Perdagangan hari ini memang cukup fluktuatif. Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level terendah di 8.918,405 setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi tadi pagi.
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp 29,020 triliun. Volume perdagangannya sekitar 55,078 miliar saham dengan frekuensi hampir 3,85 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 302 saham menguat, 370 melemah, dan 138 lainnya stagnan.
Artikel Terkait
Antam Gencar Eksplorasi, Siapkan Rp 246 Miliar untuk Buru Emas, Nikel, dan Bauksit
Januari, Lelang Panas Bumi yang Sempat Mandek Kembali Dibuka
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026