"Ketika melihat ada implementasi nyata walaupun nggak sempurna, kelihatannya ke depan akan baik ekonominya," jelasnya. "Otomatis perusahaan yang listed di bursa untung makin gede, valuasinya bakal naik. Makanya mereka nggak mau ketinggalan masuk ke pasar modal."
Dan ambisinya tak berhenti di situ. Dengan yakin, Purbaya menyebut target IHSG di level 10.000 tahun ini bukan hal yang mustahil. "Tahun ini 10.000 nggak susah-susah amat," tambahnya singkat.
Namun begitu, euforia pagi itu ternyata tak bertahan sampai penutupan. IHSG akhirnya berbalik melemah dan ditutup di zona merah. Indeks terpangkas 19,342 poin atau 0,22 persen ke level 8.925,471.
Perdagangan hari ini memang cukup fluktuatif. Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level terendah di 8.918,405 setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi tadi pagi.
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp 29,020 triliun. Volume perdagangannya sekitar 55,078 miliar saham dengan frekuensi hampir 3,85 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 302 saham menguat, 370 melemah, dan 138 lainnya stagnan.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi