Meski demikian, ini bukan berarti krisis akan langsung meledak. Pasokan minyak Venezuela yang sudah berada di atas kapal dan sedang dalam perjalanan ke Asia disebutkan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan China selama sekitar 75 hari ke depan. Analis senior Kpler, Xu Muyu, menilai stok mengambang ini akan membatasi potensi kenaikan harga minyak alternatif, setidaknya untuk jangka pendek.
Lalu, apa langkah selanjutnya? Kilang-kilang teapots yang selama ini bergantung pada Venezuela diperkirakan akan mulai serius beralih ke pasokan dari Rusia dan Iran sekitar Maret atau April nanti. Pilihan lain juga terbuka, seperti memanfaatkan sumber-sumber non-sanksi dari Kanada, Brasil, Irak, hingga Kolombia.
Di pasar, minyak Iranian Heavy muncul sebagai alternatif termurah dengan diskon menarik sekitar 10 dolar AS per barel terhadap patokan ICE Brent. Pasokannya pun melimpah. Sementara itu, minyak dari Timur Tengah seperti Basrah asal Irak juga mulai dilirik oleh para pembeli yang sedang mencari pengganti.
Tapi tampaknya belum ada kepanikan massal. Sebuah sumber perdagangan menyebut, "Pembeli belum mulai mencari alternatif." Mungkin mereka masih menunggu atau menghitung ulang.
Di sisi lain, ada pergerakan menarik dari minyak Kanada. Diskon untuk jenis seperti Cold Lake dan Access Western Blend yang diekspor lewat pipa Trans Mountain melebar jadi sekitar 4 hingga 5 dolar AS per barel untuk pengiriman April ke China. Pelebaran ini terjadi seiring dengan ekspektasi melemahnya permintaan dari pasar AS.
Jadi, meski ancaman itu nyata, pasar minyak global sepertinya punya cukup banyak kartu pengganti. China dan kilang-kilang independennya kini sedang menimbang-nimbang pilihan terbaik di tengah gejolak politik yang tak terduga ini.
Artikel Terkait
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026
Empat Emiten Lepas Status Papan Khusus, Perdagangan Kembali Normal Pekan Depan
Menteri Keuangan Bahas Insentif untuk Merger Tiga Anak Usaha Pertamina