Alasan di balik keputusan Salis cukup sederhana, tapi sering jadi penyebab. Dalam suratnya, ia mengaku sibuk dengan pekerjaan dan komitmen lain di luar perusahaan.
"Sehingga mengakibatkan saya tidak dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Komisaris secara optimal," tulisnya.
Singkatnya, kesibukan di tempat lain membuatnya merasa tidak bisa fokus mengawasi perusahaan. Keputusan mundur pun diambil.
Kini, perhatian beralih ke pemegang saham. Mereka punya waktu kurang dari tiga bulan untuk menentukan siapa yang akan mengisi kursi komisaris yang kosong itu. Perubahan ini tentu akan diperhatikan pasar dalam beberapa pekan ke depan.
Artikel Terkait
Empat Emiten Lepas Status Papan Khusus, Perdagangan Kembali Normal Pekan Depan
Menteri Keuangan Bahas Insentif untuk Merger Tiga Anak Usaha Pertamina
Pemerintah Suntik Napas Segar, Bunga KUR Nol Persen untuk Korban Banjir Sumatera
IHSG Sentuh Zona Hijau di Penutupan Akhir Pekan