Ribuan Lansia Jakarta Ramaikan CFD dengan Angklung dan Tari Massal

- Minggu, 16 November 2025 | 08:36 WIB
Ribuan Lansia Jakarta Ramaikan CFD dengan Angklung dan Tari Massal

Lansia Jakarta Ramaikan CFD dengan Gelaran Angklung dan Tari Massal

Pemandangan luar biasa terlihat di Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta, saat ribuan lansia berbusana pink memenuhi kawasan tersebut. Mereka hadir untuk mengikuti latihan angklung massal dan menari, menciptakan semangat kebersamaan dan keceriaan di tengah kota.

Kegiatan Angklung untuk Kebahagiaan Lansia Ibu Kota

Ketua Forum Komunikasi Lanjut Usia DKI Jakarta, Maria Ulfani atau Nani, menyatakan bahwa acara ini dihadiri oleh lebih dari seribu peserta. Menurutnya, kegiatan bermain angklung telah menjadi aktivitas rutin mingguan yang sangat dinantikan oleh para lansia dari berbagai penjuru Jakarta.

"Kegiatan angklung ini membawa kebahagiaan bagi kami. Inilah sebabnya semakin banyak lansia yang bergabung dan berpartisipasi," ujar Nani menegaskan antusiasme para peserta.

Semangat Tak Terbatas di Usia Senja

Semangat para lansia ini benar-benar menginspirasi. Beberapa peserta terlihat aktif bermain angklung meski harus duduk di kursi roda, membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat untuk berkreasi dan bersosialisasi.

Dengan dipandu empat konduktor, ribuan lansia ini memainkan beragam lagu, mulai dari lagu daerah seperti "Si Doel Anak Betawi" dan "Mojang Priangan", lagu nasional "Indonesia Pusaka", hingga lagu pop legendaris seperti "Can’t Help Falling in Love" dan "Hey Jude".

Dukungan Penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turut hadir dan bahkan ikut memainkan angklung bersama para lansia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan positif ini.

"Hari ini kita menunjukkan kepada Jakarta bahwa kita turut menjaga kota ini. Olahraga dan kesenian adalah bagian dari upaya kita merawat ibu kota tercinta," kata Rano Karno.

Merayakan Hidup dengan Tarian dan Aktivitas Positif

Tak hanya permainan angklung, sebanyak 50 lansia lainnya juga memeriahkan acara dengan menarikan Tari Medley Jakarta. Gerakan mereka mungkin tidak segesit dulu, namun makna di balik setiap tarian sangat dalam: sebuah perayaan bahwa usia hanyalah angka, dan kehidupan tetap bisa diisi dengan warna-warna keceriaan.

Ketua Forum Komunikasi Lanjut Usia DKI Jakarta periode sebelumnya, Dedet Johan, menambahkan, "Masa bakti dan rasa tanggung jawab tidak mengenal batas usia. Masa pensiun justru memberikan waktu yang lebih longgar untuk diisi dengan berbagai aktivitas bermanfaat."

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas lansia di Jakarta tetap aktif, produktif, dan berperan penting dalam membangun semangat kebersamaan serta melestarikan seni budaya di ibu kota.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar