Saham Tambang Melaju Kencang, Nikel Cetak Rekor Terbang

- Rabu, 07 Januari 2026 | 10:40 WIB
Saham Tambang Melaju Kencang, Nikel Cetak Rekor Terbang

Namun begitu, ceritanya tak sepenuhnya mulus. Di tengah euforia pasar saham domestik, harga nikel di pasar global justru terkoreksi pada Rabu pagi. Setelah sempat melonjak hampir 10,5 persen mendekati USD 18.800 per ton sehari sebelumnya lonjakan intraday terbesar sejak akhir 2022 kontrak berjangka tiga bulan melemah di awal perdagangan.

Lonjakan sebelumnya itu tak lepas dari risiko gangguan produksi di Indonesia dan derasnya aliran dana ke pasar logam di China. Kabarnya, pemerintah Indonesia memang sedang serius. Mereka berencana menurunkan produksi tahun ini untuk menyeimbangkan pasar. Belum lagi rencana denda berat untuk perusahaan tambang yang melanggar izin kehutanan langkah yang berpotensi mengganggu produksi, bahkan memicu kebangkrutan.

Secara keseluruhan, pasar logam dasar memang mencatat awal tahun 2026 yang kuat. Indeks LMEX di London, yang melacak enam logam utama, melonjak ke level tertinggi sejak 2022. Selain nikel, tembaga sempat cetak rekor dan aluminium menguat ke level tertinggi dalam hampir dua tahun.

Tapi hari ini, aksi ambil untung mendominasi. Di London Metal Exchange, nikel turun 1,2 persen ke USD 18.295 per ton. Tembaga, aluminium, seng, dan timbal juga melemah.

Fan mengingatkan, di balik gairah spekulatif itu, pasar nikel secara fundamental masih dalam kondisi surplus. Jadi, meski sentimennya panas, investor mungkin perlu sedikit lebih hati-hati.

Keputusan pembelian atau penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Halaman:

Komentar