Data dari Bursa Efek Indonesia per 30 November 2025 cukup jelas. Pengendali utama saham GTSI adalah PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) selaku induk perusahaan.
HUMI memegang saham yang sangat dominan, sekitar 13,41 miliar lembar. Angka itu setara dengan 84,8 persen dari total saham yang beredar. Sisa kepemilikannya, sekitar 15,17 persen atau 2,40 miliar saham, dipegang oleh publik.
Adapun penerima manfaat akhir, atau pemilik sebenarnya dari kepemilikan saham GTSI ini, adalah Hutomo Mandala Putra.
Di pasar modal, kinerja saham GTSI terbilang fenomenal dalam setahun terakhir. Pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026, sahamnya dibuka dan sempat turun 2,5 persen ke level Rp390 per saham. Meski turun, saham ini masuk dalam jajaran top value dengan nilai transaksi mencapai Rp282 miliar.
Yang lebih mencengangkan adalah pertumbuhan harganya. Dalam setahun, saham GTSI melesat tinggi, mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 786,36 persen. Bayangkan, di awal Januari tahun sebelumnya, harganya masih berkutat di bawah Rp50 per lembar. Perubahan yang sangat drastis, bukan?
Itulah sekelumit profil dan kepemilikan saham GTSI, emiten yang bisnisnya mengalir layaknya gas alam yang mereka angkut.
Artikel Terkait
Petrosea Akuisisi Mayoritas Saham PT Nusantara Arung Samudera
BSDE Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026, Andalkan BSD City
DIVA Lepas 28,5 Juta Saham Treasuri ke Pasar Mulai 11 Maret
RMK Energy Beli Kembali 2,3 Juta Saham Senilai Rp10 Miliar