Wall Street Cetak Rekor Baru, Didorong Aksi Militer AS di Venezuela

- Selasa, 06 Januari 2026 | 06:45 WIB
Wall Street Cetak Rekor Baru, Didorong Aksi Militer AS di Venezuela

"Saham energi benar-benar diuntungkan oleh ekspektasi bahwa Trump berniat mendorong mereka untuk berinvestasi lebih besar di Venezuela. Pada akhirnya, ini soal peluang menghasilkan lebih banyak keuntungan," ujarnya.

Di tengah euforia itu, ada juga pergerakan menarik dari saham-saham teknologi. Tesla, misalnya, berhasil bangkit 3,1 persen setelah terpuruk tujuh hari berturut-turut. Namun, tidak semua ikut merayakan. Nvidia sedikit melemah 0,4 persen, sementara Apple tercatat turun 1,4 persen.

Kembali ke sektor keuangan, kenaikannya memang fenomenal. Indeks sektor tersebut di S&P 500 melesat 2,2 persen. Pasar tampaknya sedang menanti-nanti laporan keuangan kuartalan. Analis memprediksi, laba perusahaan di sektor ini bisa tumbuh rata-rata 6,7 persen secara tahunan untuk kuartal Desember. Saham seperti Goldman Sachs dan JPMorgan Chase merespons positif, naik lebih dari 3 persen dan juga mencetak rekor tertinggi mereka sendiri.

Pencapaian Wall Street sepanjang 2025 memang patut diacungi jempol. Indeks-indeks utamanya berhasil mencatatkan kenaikan dua digit untuk tahun ketiga berturut-turut sebuah prestasi yang terakhir kali terjadi di tahun 2021. Tapi, di balik gemerlap angka, data ekonomi riil sedikit banyak mengingatkan kita pada tantangan. Aktivitas manufaktur AS, contohnya, masih terkontraksi lebih dalam dari perkiraan di bulan Desember. Itu artinya, tren pelemahan sudah berlangsung selama sepuluh bulan penuh.

Kini, semua mata tertuju pada laporan pekerjaan nonfarm yang akan dirilis Jumat mendatang. Data itu berpotensi besar memengaruhi langkah The Fed di tahun 2026. Berdasarkan pantauan LSEG, pasar saat ini memperkirakan akan ada pelonggaran suku bunga sekitar 60 basis poin sepanjang tahun ini. Menunggu memang, tapi sesi Senin ini setidaknya memberi awal yang cukup bersemangat.


Halaman:

Komentar