Toksikologi Jadi Kunci Misteri Kematian Keluarga di Warakas

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 12:45 WIB
Toksikologi Jadi Kunci Misteri Kematian Keluarga di Warakas

Proses autopsi terhadap tiga jenazah keluarga di Warakas akhirnya selesai digelar di RS Polri Kramat Jati. Sabtu kemarin, pihak rumah sakit sudah menyerahkan ketiga jasad itu kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kepala Rumah Sakit, Brigjen dr. Prima Heru, mengonfirmasi hal ini.

"Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan keluarganya," ujarnya.

Meski begitu, cerita belum benar-benar usai. Prima menyebut, timnya masih menunggu hasil tes toksikologi dari laboratorium. Tes inilah yang nantinya bakal memastikan apakah racun benar-benar jadi dalang di balik kematian tragis ini, atau justru ada faktor lain.

"Untuk hasil penyebab, kita tunggu dulu hasil toksikologinya," jelasnya.

Sebelumnya, suasana memang masih penuh tanda tanya. Jumat lalu, polisi masih sangat berhati-hati menyikapi kasus ini. Kasat Reskrim Polres Metro Jakut, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menegaskan bahwa proses autopsi masih berlangsung dan belum ada kepastian.

"Ya, ini masih berproses. Belum bisa kita pastikan. Belum bisa dipastikan," kata Onkoseno kepada para wartawan yang menunggu.

Dia menguraikan, tim dokter forensik masih sibuk dengan analisa mendalam. Makanya, soal apakah ini murni keracunan atau bukan, polisi enggan buru-buru mengambil kesimpulan.

"Untuk dugaan penyebab kematian, belum bisa kita sampaikan saat ini karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung," tambahnya.

Kondisi jasad korban yang ditemukan melepuh dan berbusa juga masih jadi bahan pemeriksaan serius. Onkoseno mengakui secara kasat mata memang terlihat ruam merah. Namun, apa pemicu pastinya dan seberapa luas dampaknya, itu masih jadi pekerjaan para ahli forensik di ruang autopsi.

Peristiwa ini berawal dari penemuan mengerikan di Warakas III, Gang 10, Tanjung Priok, pada Jumat (2/1) lalu. Tiga anggota keluarga ditemukan tewas di dalam rumah. Satu korban lain sempat diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit, nasibnya kini masih kita tunggu kabarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar