Di tengah hiruk-pikuk politik global, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku masih terus mengawasi situasi. Fokusnya? Dampak ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela terhadap Indonesia. Menurutnya, situasi masih perlu dipantau lebih lanjut.
Hingga saat ini, gejolak signifikan pada harga minyak dunia belum terlihat. Airlangga mencermati, harga komoditas itu relatif masih rendah. "Tetapi harga minyak kita monitor kalau satu dua hari ini pun tidak tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi dan harga minyak relatif masih rendah kan masih sekitar 63 dolar per barel," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga kepada para wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (5/1).
Data dari Reuters seolah mengonfirmasi pengamatannya. Pada perdagangan Senin itu, harga minyak mentah Brent berjangka tercatat turun 34 sen menjadi USD 60,41 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di angka USD 56,91 per barel, atau turun 41 sen.
"Nanti kita monitor saja," tambah Airlangga, menutup pembahasan soal harga energi.
Artikel Terkait
Wall Street Berbelah Arah: Tekanan Trump Ancam Sektor Keuangan, Saham AI Tetap Melaju
Wall Street Bergejolak: Saham Properti Anjlok Dihantam Ancaman Trump, Teknologi Bertahan
Teknologi AI Selamatkan Nasdaq dari Guncangan Sektor Keuangan dan Pertahanan
Teknologi dan AI Selamatkan Nasdaq di Tengah Guncangan Sektor Keuangan