“Support-nya di 5.275, resistance di 5.925,” tutur Michael.
“Peluang naik akan terbuka lebar kalau bisa tembus resistance tadi. Melewati 5.925, targetnya bisa merangsek sampai 7.000,” demikian penjelasannya.
Di sisi lain, apa sih yang bikin harga emas dunia sendiri melambung? Ternyata, sentimen pasar lagi benar-benar fokus ke isu Venezuela. Harga emas dunia naik lebih dari 1 persen, menyentuh di atas USD 4.380 per troy ons, melanjutkan tren penguatan sejak Jumat lalu.
Ini semua berawal dari pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu. Ia mengatakan Washington akan sementara ‘menjalankan’ pemerintahan Venezuela. Pernyataan itu keluar tak lama setelah operasi militer skala besar AS yang dikabarkan berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah ini, ya jelas, bikin masa depan kepemimpinan Caracas makin tidak pasti.
Namun begitu, faktor lain juga turut mempengaruhi. Pelaku pasar saat ini sedang mencermati sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini, seperti data ISM Manufacturing dan laporan ketenagakerjaan. Pernyataan dari pejabat The Fed juga dinanti-nanti, buat cari tahu arah suku bunga ke depan.
Kalau kita lihat ke belakang, performa emas sepanjang tahun lalu memang luar biasa. Logam kuning ini mencatat kenaikan tahunan terkuat sejak 1979 dan berkali-kali memecahkan rekor tertinggi. Penguatannya didorong banyak hal: permintaan aset safe-haven yang kuat, pelonggaran moneter AS, pembelian gila-gilaan oleh bank sentral berbagai negara, plus arus dana yang deras ke reksadana ETF berbasis emas.
Jadi, pesta saham emas hari Senin itu bukanlah hal yang datang tiba-tiba. Ada rangkaian peristiwa global yang jadi latar belakangnya. Tapi ingat, keputusan akhir untuk beli atau jual tetaplah ada di tangan Anda sebagai investor. Semua analisis ini cuma bahan pertimbangan.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Buyback Anjlok Rp59 Ribu
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Analis Soroti Enam Rekomendasi Saham
Harga Emas Melonjak Dekati Level Tertinggi Usai Gencatan Senjata AS-Iran
Analis Proyeksikan Harga CPO Naik Didorong Kebijakan B50 Mulai 2026