VICI: Dari Sabun hingga Saham, Kisah Produsen Herborist yang Merambah Pasar Global

- Jumat, 02 Januari 2026 | 19:00 WIB
VICI: Dari Sabun hingga Saham, Kisah Produsen Herborist yang Merambah Pasar Global

Kalau ditanya VICI bergerak di bidang apa, jawabannya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari kita. PT Victoria Care Indonesia Tbk, atau VICI, adalah emiten yang fokus memproduksi sabun, bahan pembersih, hingga kosmetik. Intinya, mereka bergerak di sektor barang konsumen primer.

Perusahaan ini punya beberapa merek yang mungkin sudah akrab di telinga. Herborist dan Nuface, misalnya, adalah produk-produk andalan mereka yang cukup populer di pasaran.

Menurut informasi dari laman resminya, VICI mulai beroperasi sejak 2007. Pabrik pertamanya berdiri di Semarang. Dari sana, perseroan mengembangkan bisnisnya dengan memproduksi berbagai macam produk, mulai dari perawatan tubuh dan rambut hingga antiseptik.

Jangkauan bisnisnya ternyata tak hanya lokal. VICI sudah mengekspor produknya ke sejumlah negara, seperti Jepang, Cina, Korea Selatan, dan beberapa negara Asia lainnya. Untuk pasar dalam negeri, mereka didukung oleh 30 distributor yang tersebar di kota-kota besar.

Hingga akhir 2024, jaringan distribusinya cukup mengesankan. VICI mengelola ribuan grosir tradisional, puluhan ribu ritel modern dan tradisional, bahkan bekerja sama dengan lebih dari sepuluh ribu salon di seluruh Indonesia.

VICI resmi menjadi perusahaan publik pada 2020. Kala itu, mereka melepas 1 miliar saham dengan harga penawaran Rp100 per lembar. Hasilnya? Perseroan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp100,80 miliar dari penawaran perdana saham (IPO) tersebut.

Kepemilikan dan Pergerakan Saham

Lalu, siapa yang mengendalikan saham VICI? Berdasarkan laporan bulanan per 30 November 2025, pengendali utamanya adalah PT Sukses Sejati Sejahtera. Mereka memegang sekitar 4,02 miliar saham atau setara 59,95% dari total saham yang beredar.

Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah Beauty Brands International, dengan kepemilikan sekitar 25%. Sementara itu, publik atau investor ritel menguasai porsi sekitar 14,73% saham VICI.

Adapun penerima manfaat akhir, atau pemilik perusahaan ini, adalah Anne Vabilllia Salim.

Bagaimana kinerja sahamnya? Pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, saham VICI ditutup menguat di level Rp850. Kenaikannya cukup signifikan, yaitu 25% dari harga pembukaan, yang membuatnya masuk dalam daftar top gainer hari itu. Secara tahunan, sepanjang 2025, saham VICI tercatat tumbuh sebesar 5,43%.

Demikian sekilas profil tentang bidang usaha dan kepemilikan VICI.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar