Tanggul Sungai Cabean di Demak Jebol, Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian Terendam

- Selasa, 17 Februari 2026 | 06:30 WIB
Tanggul Sungai Cabean di Demak Jebol, Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian Terendam

MURIANETWORK.COM - Tanggul Sungai Cabean B1 di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jebol pada Senin (16/2) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Kejadian ini dipicu hujan deras di wilayah hulu yang menyebabkan debit air meningkat drastis, hingga struktur tanggul tak lagi mampu menahan tekanan air. Akibatnya, ratusan rumah warga di dua desa terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, dan sejumlah fasilitas umum serta lahan pertanian ikut terdampak.

Penyebab dan Kronologi Jebolnya Tanggul

Menurut keterangan resmi dari petugas di lapangan, akar masalahnya terletak pada tingginya intensitas hujan di daerah hulu. Curah hujan yang ekstrem itu menyebabkan aliran air ke hilir melonjak tajam dalam waktu singkat, memberikan beban berlebih pada struktur tanggul yang sudah ada.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan kronologinya. "Hujan di wilayah hulu yang menyebabkan debit air di wilayah hilir meningkat dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanggul sisi kiri Sungai Cabean B1 jebol," tuturnya.

Peristiwa yang terjadi di tengah malam itu akhirnya memicu luapan air yang cepat ke permukiman terdekat.

Dampak Banjir di Permukiman Warga

Dampak terparah dirasakan oleh warga Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur. Di Dukuh Gatak, banjir menggenangi rumah sekitar 700 kepala keluarga atau setara dengan 2.100 jiwa. Sementara itu, di Dukuh Weru, sebanyak 25 kepala keluarga atau 75 jiwa juga mengalami kondisi serupa.

Genangan air di area permukiman ini tercatat berkisar antara 5 hingga 10 sentimeter. Namun, di badan jalan, terutama Jalan Desa Tlogoweru, ketinggian air bisa mencapai 10 hingga 40 sentimeter, mengganggu akses transportasi warga.

Fasilitas Umum dan Lahan Pertanian Ikut Terendam

Banjir tidak hanya menyasar rumah penduduk. Beberapa fasilitas publik yang vital bagi masyarakat turut terendam, menunjukkan betapa luasnya dampak kejadian ini. Tercatat tiga unit tempat pendidikan sebuah SD, TK, dan RA harus beraktivitas di tengah genangan. Dua masjid, satu kantor desa, serta tiga kompleks makam dan satu punden juga tak luput.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar