Namun begitu, transaksi yang besar saja tidak cukup. Pasar juga butuh kedalaman dan variasi. Karena itulah, BEI juga membidik pertumbuhan dari sisi jumlah efek yang tercatat. Pada tahun yang sama, mereka menargetkan total ada 555 pencatatan efek. Rinciannya, sekitar 50 perusahaan baru diharapkan melantai melalui penawaran saham perdana atau IPO.
Di sisi lain, semua itu akan sulit tercapai tanpa dukungan investor ritel yang luas. Basis investor yang kuat adalah tulang punggung likuiditas pasar. Untuk itu, BEI menargetkan penambahan sekitar 2 juta Single Investor Identification (SID) baru. Peningkatan ini dianggap krusial bukan cuma untuk mengejar angka, tapi lebih untuk memperkuat daya tahan pasar modal domestik sendiri.
Jadi, jalan menuju peringkat 10 besar dunia itu jelas tidak mudah. Butuh kerja keras dari semua pihak. Tapi setidaknya, peta jalannya sudah digariskan. Tinggal eksekusinya saja.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,857 Juta per Gram, PPN Dihapus
IHSG Anjlok Hampir 1%, Ditekan Saham Konglomerasi dan Bank Besar
OJK, BEI, dan KSEI Rampungkan Empat Agenda Kunci Perkuat Transparansi Pasar Modal
IHSG Turun 0,99%, Nilai Transaksi Anjlok 36,69% Pekan Lalu