BEI Bidik Peringkat 10 Besar Global, Targetkan Transaksi Harian Rp 15 Triliun

- Jumat, 02 Januari 2026 | 10:54 WIB
BEI Bidik Peringkat 10 Besar Global, Targetkan Transaksi Harian Rp 15 Triliun

Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta ramai pagi itu. Di tengah acara pembukaan perdagangan tahun 2026, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan visi yang cukup ambisius. Ia ingin Indonesia masuk dalam sepuluh besar bursa saham teratas dunia. Target itu, menurutnya, harus tercapai dalam lima tahun ke depan.

“Harapannya, Indonesia bisa masuk jajaran top 10 bursa global,” ujar Iman, Jumat (2/1) lalu. “Berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi. Tentu saja, tujuannya agar manfaatnya benar-benar optimal, bukan cuma untuk investor dan emiten, tapi juga buat perekonomian nasional kita.”

Target tersebut bukan sekadar wacana. Semuanya sudah tertuang dalam Masterplan BEI untuk periode 2026 hingga 2030. Iman menjelaskan, rencana induk itu disusun dengan mempertimbangkan dua hal: potensi ekonomi dalam negeri dan dinamika pasar global yang terus berubah. Jadi, ambisinya punya dasar.

Dari sisi transaksi, BEI punya angka yang konkret. Mereka memproyeksikan Rata-rata Nilai Transaksi Harian atau RNTH bakal menyentuh Rp 15 triliun pada 2026. “Asumsi kami, RNTH tahun 2026 ada di angka Rp 15 triliun,” katanya tegas.

Namun begitu, transaksi yang besar saja tidak cukup. Pasar juga butuh kedalaman dan variasi. Karena itulah, BEI juga membidik pertumbuhan dari sisi jumlah efek yang tercatat. Pada tahun yang sama, mereka menargetkan total ada 555 pencatatan efek. Rinciannya, sekitar 50 perusahaan baru diharapkan melantai melalui penawaran saham perdana atau IPO.

Di sisi lain, semua itu akan sulit tercapai tanpa dukungan investor ritel yang luas. Basis investor yang kuat adalah tulang punggung likuiditas pasar. Untuk itu, BEI menargetkan penambahan sekitar 2 juta Single Investor Identification (SID) baru. Peningkatan ini dianggap krusial bukan cuma untuk mengejar angka, tapi lebih untuk memperkuat daya tahan pasar modal domestik sendiri.

Jadi, jalan menuju peringkat 10 besar dunia itu jelas tidak mudah. Butuh kerja keras dari semua pihak. Tapi setidaknya, peta jalannya sudah digariskan. Tinggal eksekusinya saja.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar