Namun begitu, per 24 Desember, situasinya mulai membaik. Di Zona 1, harganya turun 2,75% jadi Rp 14.828 per kg. Zona 2 turun tipis 1,7% ke angka Rp 16.025. Yang paling menggembirakan justru di Zona 3, di sana penurunannya mencapai 7,51% menjadi Rp 17.916 per kilogram.
Untuk beras medium, tren serupa terjadi. Awalnya di Zona 3 harganya Rp 16.500 per kg, sekarang turun jadi Rp 15.566. Zona 1 dan 2 juga mengalami penurunan, meski tak terlalu drastis.
Tantangan terbesar memang ada di Zona 3, yang mencakup wilayah seperti Papua. Komjen Syahardiantono, Kabareskrim Polri yang jadi Ketua Pengarah Satgas, mengakui masalah utamanya adalah distribusi. "Tentu kita sadari biaya angkut transportasi beras di Papua bisa cukup tinggi, bahkan bisa dua kali lipat," ungkapnya.
Alasannya klasik: kondisi geografis dan topografi yang sulit, dengan akses transportasi sangat terbatas. Untuk mengatasinya, Satgas membantu distribusi beras program SPHP dengan mengoptimalkan gudang-gudang filial gudang tambahan atau sewaan milik Bulog.
Upaya itu membuahkan hasil. Realisasi beras SPHP untuk regional Papua Barat melonjak 71,35%, dari 11.162 ton pada 19 Oktober menjadi 19.126 ton per 24 Desember. "Harapannya masyarakat Papua Raya dapat menikmati beras SPHP sesuai harga yang telah ditetapkan untuk Zona 3 yakni Rp 13.500 per kilogram," harap Syahardiantono.
Di sisi lain, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, merasa optimis. Ia menilai kolaborasi seluruh pihak dalam Satgas telah membawa dampak positif. "Capaian ini agar terus menerus mampu kita jaga bersama. Tidak ada alasan harga beras tinggi dan melebihi HET," tegas Amran.
Dia mengingatkan, stok beras nasional sebenarnya melimpah. Bulog saja punya cadangan hingga 3,5 juta ton. "Ini tertinggi. Masyarakat harus menikmatinya dengan harga beras yang baik," katanya.
Ke depan, Amran meminta ritme kerja yang sudah terbangun ini tetap dijaga. Pemantauan ke produsen, distributor, hingga ritel modern harus terus dilakukan. Pemerintah berjanji akan memperkuat kinerja Satgas ini, agar harga beras benar-benar bisa stabil dan terjangkau untuk semua.
Artikel Terkait
Pemerintah Pertimbangkan Pajak Tambahan untuk Produk Impor China di E-Commerce
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng