Namun begitu, lonjakan kekayaannya pekan ini bukan cuma karena putusan pengadilan. Ada kabar lain yang ikut mendorongnya. Awal pekan, Musk tercatat sebagai manusia pertama yang kekayaan bersihnya menembus USD 600 miliar. Pemicunya adalah desas-desus soal SpaceX.
Perusahaan antariksa miliknya itu dikabarkan bersiap untuk IPO, penawaran saham perdana. Kabar pelantikan di bursa itu tentu menambah nilai portofolionya secara signifikan.
Sebenarnya, dukungan investor untuk Musk sudah lama menguat. Ingat saja, pada November lalu, para pemegang saham Tesla secara terpisah sudah menyetujui rencana pembayaran fantastis untuknya, senilai USD 1 triliun. Paket yang disebut-sebut sebagai kompensasi perusahaan terbesar dalam sejarah itu menunjukkan betapa mereka percaya pada visi Musk.
Mereka bukan cuma mendukung Tesla sebagai pembuat mobil listrik, tapi lebih pada transformasinya menjadi raksasa di bidang kecerdasan buatan dan robotika. Visi itulah yang, tampaknya, terus mendongkrak nilai dan kekayaannya.
Artikel Terkait
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026
Pendapatan Paradise Indonesia Melonjak 32,9% Didorong Proyek Ikonik
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global