Sentimen Inflasi AS Tekan Emas, Tapi Analis Masih Yakin Reli Lanjut hingga 2026

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 22:50 WIB
Sentimen Inflasi AS Tekan Emas, Tapi Analis Masih Yakin Reli Lanjut hingga 2026

Harga emas pagi ini, Jumat (19/12/2025), sedikit melemah. Pemicunya? Data inflasi Amerika Serikat yang ternyata lebih rendah dari yang diprediksi banyak pihak. Sentimen itu langsung terasa di pasar.

Kontrak berjangka emas tercatat turun tipis 0,3 persen, berada di kisaran USD4.351,80 per ons. Sementara itu, harga emas spot cenderung diam, bertahan di level USD4.326,73.

Namun begitu, jangan buru-buru pesimis. Rupanya, reli yang selama ini terjadi dinilai masih punya napas panjang. Bahkan, sejumlah analis yakin momentum ini bisa bertahan hingga tahun depan.

Goldman Sachs, misalnya, baru saja mengeluarkan proyeksinya. Bank investasi ternama itu memprediksi harga emas bisa melonjak 14 persen, mencapai USD4.900 per ons pada Desember 2026. Itu dalam skenario dasar mereka.

Catatan analisis yang dirilis Kamis lalu itu bahkan menyiratkan kemungkinan kenaikan lebih tinggi lagi. Apa pasal?

Potensi permintaan untuk diversifikasi dari investor swasta dinilai bisa lebih luas dari perkiraan. Ini yang mungkin jadi bensin tambahan.

Dalam laporan terpisah tentang prospek komoditas 2026, Goldman Sachs juga menyoroti dua pendorong utama. Pertama, permintaan struktural dari bank-bank sentral yang tetap tinggi. Kedua, dukungan siklis dari langkah Federal Reserve AS yang diperkirakan akan mulai memangkas suku bunga.

Kedua faktor itu, menurut mereka, akan menjadi penopang kuat bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi. Makanya, rekomendasi mereka jelas: tetap pegang posisi beli untuk aset yang satu ini.

Jadi, meski pagi ini sedikit redup, cerahnya masih di ujung horizon.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar