Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, punya penjelasan terkait hal ini. Menurutnya, penyesuaian target itu bukan sekadar soal angka. Lebih dari itu, ini mencerminkan fokus baru untuk memperkuat kualitas calon emiten yang akan masuk.
“OJK bersama BEI menekankan agar emiten yang melakukan IPO memiliki fundamental yang kuat, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan usaha yang memadai, sehingga kredibilitas emiten tetap terjaga dan kepentingan investor terlindungi,” tegas Inarno.
Di sisi lain, ada juga dinamika dari para calon emiten itu sendiri. Beberapa di antaranya memilih untuk menunggu. Mereka sedang mencari momentum pasar yang dirasa lebih tepat sebelum akhirnya melompat ke bursa, tentu dengan mempertimbangkan strategi bisnis dan kondisi yang ada.
Bagi OJK, kondisi seperti ini justru dipandang sebagai bagian dari proses yang wajar. Sebuah langkah menuju pasar modal yang lebih matang dan berorientasi jangka panjang.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi