Penyaluran tahap awal ini diprioritaskan berdasarkan pemetaan kebutuhan dan koordinasi ketat dengan pemda serta instansi terkait. Sementara itu, pemantauan dan kesiapsiagaan di wilayah terdampak lainnya terus berjalan, mengantisipasi setiap perkembangan yang mungkin terjadi.
Namun begitu, langkah mereka tidak berhenti di situ. Untuk tahap pemulihan, Danantara dan BP BUMN sudah menyiapkan dukungan lanjutan yang lebih besar: pembangunan sekitar 15.000 unit hunian sementara (Huntara). Rencananya, pembangunan ini akan dilakukan lewat koordinasi erat dengan pemerintah daerah, tentu dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kelayakan huni bagi warga.
Dony Oskaria juga tak lupa menyampaikan apresiasi yang mendalam.
Kedepannya, seluruh proses penyaluran bantuan akan terus mengedepankan koordinasi. Ini penting agar penanganan darurat dan proses pemulihan bisa berjalan tertib dan berkelanjutan. Intinya, melalui gerakan bersama ini, mereka berusaha hadir mendampingi warga, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan membantu masyarakat bangkit kembali secara bertahap.
Bagi Danantara Indonesia dan BP BUMN, peran koordinasi dan kolaborasi lintas BUMN ini akan terus dijalankan. Agar setiap langkah penanganan bencana tidak hanya efektif, tapi juga dilandasi empati dan ketulusan. Karena melayani rakyat, bagi mereka, lebih dari sekadar tugas. Ini adalah bagian dari tanggung jawab dan pengabdian.
Artikel Terkait
Dua Pucuk Pimpinan Lippo Karawaci Serentak Mengundurkan Diri
Wall Street Lesu, Emas Bangkit, dan Bayang-Bayang Politik Mengintai The Fed
Pandu Sjahrir Soroti Transisi Pasar Modal Usai Diskusi dengan MSCI
DGWG Cetak Rekor Penjualan, Pupuk dan Pestisida Melonjak di Akhir 2025