Nilai transaksi sebesar Rp10,10 triliun tersebut meningkat jika dibandingkan dengan Rp9,41 triliun hari Jumat (12 Januari 2024).
Sedangkan volume perdagangan di BEI awal pekan ini adalah sebanyak 177,48 juta lot saham.
Baca Juga: Neraca Perdagangan Mengalami Surplus Selama 44 Bulan Terus Menerus
Volume perdagangan sebanyak 177,48 juta lot saham itupun naik dibandingkan 172,10 juta lot Jumat lalu.
Bursa efek atau pasar saham di kawasan Asia bergerak secara bervariasi atau berbeda-beda satu sama lain Senin ini.
Hal itu terjadi seiring sikap bank sentral China yang mempertahankan tingkat sukubunga acuan negara tersebut.
Baca Juga: Agen Mitra UMi BRILink Ini Selamatkan Masyarakat Dari Jerat Rentenir
Pada saat yang sama, para investor tengah menantikan produk domestik bruto atau PDB China pada kuartal keempat 2023.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: hallo.id
Artikel Terkait
Amman Mineral Pacu Eksplorasi di Sumbawa, Siapkan Game Changer Baru
Pefindo Beri Peringkat IdBBB+ untuk SOLA, Prospek Stabil dengan Catatan Diversifikasi
Harga Emas Antam Melonjak Rp 25.000 per Gram, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
RISE Siap Bagikan Bonus Saham Rp525 Miliar pada 2026