Pasar saham domestik menutup sesi pertama hari Jumat (19/12) dengan catatan suram. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 0,57 persen, terlempar ke level 8.568,66. Sinyal merah jelas mendominasi papan pencatatan.
Di sisi lain, pergerakan LQ45 relatif lebih datar, cuma turun tipis 0,07 persen ke 851,164. Tapi jangan salah, tekanan jual ternyata lebih kuat. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, hampir 470 kode tercatat melemah. Yang mampu naik cuma 194, sementara sisanya stagnan tanpa perubahan berarti.
Ruang perdagangan sendiri cukup ramai. Volume transaksi mencapai 23,17 miliar saham dengan nilai beli-jual yang beredar sekitar Rp 15,63 triliun. Frekuensinya pun tinggi, nyaris 1,5 juta kali saham berpindah tangan di sesi pagi ini.
Deretan Saham Terpukul
Beberapa saham bahkan mengalami tekanan jual yang sangat berat. Mereka adalah para "top loser" siang ini.
Armada Berjaya Trans anjlok 15 persen ke harga 119 rupiah.
Tak kalah parah, Pelayaran Jaya Hidup Baru juga terpuruk 14,90 persen, bertengger di 354.
Sinergi Inti Andalan Prima ikut terseret, terkoreksi tajam 14,71 persen ke level 725.
Lalu ada Apexindo Pratama Duta, yang melemah 13,64 persen ke posisi 228.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi